PILGUB JATIM 2018 : Saling Intip Hasil Survei

Oleh: Choirul Anam 11 Mei 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA — Persaingan antarcalon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur dari sisi hasil jejak pendapat relatif seimbang. Elektabilitas kedua calon dalam sejumlah survei yang digelar saling mengisi posisi tertinggi.

Lembaga survei Populi Center menempatkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak memiliki elektabilitas tertinggi dibandingkan dengan pasangan nomor urut dua Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Elektabilitas pasangan Khofifah-Emil sebesar 44% dibandingkan dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Soekarno yang tercatat 38,8%. Tren elektabilitas Khofifah-Emil terus meningkat dibandingkan dengan posisi Januari 2018 yang tercatat 39,6%.

Elektabilitas Khofifah-Emil yang lebih unggul dari Gus Ipul-Puti membuat persaingan Pemilihan Gubernur di Jawa Timur pada Juni 2018 semakin menarik dan sulit diterka.

Hasil jejak pendapat Populi Center yang mengunggulkan Khofifah-Emil sama halnya dengan survei dari Poltracking Indonesia.

Sementara itu, lembaga survei seperti Charta Politika dan Indo Barometer menempatkan Gus Ipul-Puti Guntur memiliki elektabilitas yang mengungguli Khofifah-Emil.

Sementara itu, survei Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan (LKP3) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, menyebut progam pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno lebih diterima masyarakat dibandingkan dengan Khofifah-Emil.

Sekretaris Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan (LKP3) FIA Universitas Brawijaya Andi Kurniawan menjelaskan persepsi program Gus Ipul-Puti lebih bisa diterima daripada program pasangan calon Khofifah-Emil, di bidang ketahanan pangan, pariwisata, dan pendidikan.

Sementara program Khofifah-Emil unggul di bidang infrastruktur dan ekspor. Di bidang sosial (kemiskinan) dan kesehatan memiliki skornya sama.

“Elektabilitas tokoh dan program memiliki pola yang sama, tetapi pada elektabilitas tokoh memiliki gap yang cukup jauh.Gap program kedua paslon justru tidak terlalu jauh,” katanya, Selasa (8/5).

Menurutnya, kondisi itu membuktikan bahwa pemilih Jatim lebih banyak pemilih emosional daripada pemilih rasional.

Meski hasil survei menunjukkan keunggulan paslon Gus Ipul-Puti, dengan sisa waktu yang cukup panjang menurut masih memungkinkan terjadi perubahan yang signifikan.

Survei yang dilaksanakan oleh LKP3 FIA UB tersebut, kata dia, merupakan survei persepsional masyarakat terhadap program dari dua pasangan calon gubernur Jawa Timur pada Pilgub Juni mendatang.

Adapun Sembilan program dari kedua Paslon Gubernur Jatim a.l bidang ketahanan pangan, infrastruktur, kesehatan, pariwisata, sosial (Kemiskinan), ketenagakerjaan, pendidikan menengah, ekonomi, dan ekspor.(Stefanus Arief Setiaji/k24)

Editor: Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkini Lainnya