PENGEMBANGAN PARIWISATA : Badung Kejar Target Lewat Festival Bahari

Oleh: k23 11 Mei 2018 | 02:00 WIB
PENGEMBANGAN PARIWISATA : Badung Kejar Target Lewat Festival Bahari
Festival Bahari Nuhanera/plus-google.com

NUSA DUA—Pemerintah Kabupaten Badung makin gencar menggelar sejumlah kegiatan untuk merealisasi kedatangan 7 juta wisman dan 12 juta wisatawan domestik tahun ini. Salah satunya melalui Festival Bahari.

Tahun ini merupakan kali kedua festival bahari digelar. Pemerintah Badung menyatakan di tahun kedua festival ini digelar, telah banyak perubahan dilakukan. Mulai dari lama waktu pelaksanaan hingga konsep acara. Tidak tanggung-tanggung Rp2,7 miliar digelontorkan untuk menggelar event yang diadakan selama 12 hari ini.

Sebelumnya, Festival Bahari 2017 diadakan selama 3 hari dengan menghabiskan dana sebanyak Rp1,3 miliar. Selama pelaksanaannya, ada sekitar 6.000 wisatawan yang datang.

Dengan waktu pelaksanaan yang makin lama dan dana yang makin besar untuk festival kedua tahun ini, Pemerintah Badung berani menargetkan kunjungan hingga 16.000—20.000 wisatawan. Sekitar 70% di antaranya merupakan wisatawan domestik.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan Festival Bahari ini merupakan salah satu perhelatan terbesar Badung yang rutin diadakan. Perhelatan besar yang dimaksud adalah Festival Pertanian di Badung Utara, Festival Budaya di Badung Tengah, dan Festival Bahari di Badung Selatan.

“Kami lakukan agar mampu melihat pesona alam yang bisa dimanfaatkan,” katanya, Rabu (9/10).

Menurutnya, Festival Bahari 2018 mengusung tema Offering to The Sea, yakni bentuk penghormatan dan persembahan bagi laut dan isinya agar senantiasa dalam keadaan seimbang dan harmonis sesuai dengan konsep Tri Hita Karana.

Tema ini juga berkaitan dengan upaya mendukung blue economy yakni pembangunan yang berkelanjutan lewat mengoptimalkan sumber daya lokal yakni masyarakat pesisir.

“Kaitannya dengan tema sekarang kita mengucapkan terima kasih pada laut dan menonjolkan blue economy yakni masyarakat pesisir,” sebutnya.

Kali ini kegiatan festival akan diisi dengan berbagai kegiatan besar yang dilaksanakan secara bergantian seperti Bali fishing tournament, Surfing Competition, Dragon Boat Competition, Beach Soccer Tournament, Badung Bali Aerial Competition (BABAC), Underwater Photo Competition, Bali Blues Festival, Tradisional Jukung Parade, Food Festival dan lain sebagainya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana mengatakan festival bahari harus ditingkatkan intensitasnya di Indonesia sebab banyak pihak yang belum mengetahui bahwa Bali memiliki laut yang indah.

Menurutnya, Indonesia jarang menggelar festival bahari maupun marine tourism sehingga kuantitasnya memang perlu ditingkatkan.

Selama ini pariwisata yang ada di sejumlah daerah masih memanfaatkan keindahan daratan atau land base.

Marine tourism sendiri dibagi tiga yakni coastal yakni pantai, water dengan aktivitas seperti memancing maupun cruise, dan underwater dengan diving.

“Karena kita baru mengembangkan wisata bahari maka jujur belum seterkenal wisata daratan, wisatawan kalau berbicara bahari maka pilihan jatuh ke maldives, kalau yerumbu karang Malaysia atau Karibia,” katanya.

Sementara, dengan mengembangkan wisata bahari maka Bali diyakini akan makin mudah menarik kunjungan wisatawan dari Asia yang memang cukup menggemari aktivitas air.

MENGEJAR TARGET

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra mengatakan dalam acara grand opening Festival Bahari 2018 sudah kedatangan hingga 3.000 wisatawan. Dia pun optimistis, selama 12 hari pelaksanaan, realisasi target 16.000 hingga 20.000 kunjungan wisatawan akan tercapai.

Kondisi ini, menurutnya, akan berdampak besar bagi target total kunjungan wisatawan di Badung pada 2018. Adapun pada 2018, Badung menargetkan kedatangan hingga 7 juta wisman dan 12 juta wisatawan domestik.

“Dari festival ini akan ada 20.000 wisatawan menyumbang target kita, nah itu baru short term-nya, untuk long term-nya kita berharap akan lebih signifikan lagi,” sebutnya.

Grand Opening Festival Bahari telah diadakan pada Rabu (9/5) sore. Di acara pembukaan tersebut ditampilkan pagelaran Badung International Art Carnival (BIAC) yang akan diikuti oleh peserta dari Luar negeri dan berbagai wilayah di Indonesia seperti Jember, Malang, Cirebon, Salatiga, Palu, Gorontalo, dan Banyuwangi. Badung International Art Carnival yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Badung ini merupakan cikal bakal dari agenda kegiatan Carnival yang akan rutin digelar juga di Bali khususnya Kabupaten Badung.

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya