Banyuwangi Bakal Punya Pabrik Kereta pada 2019

Oleh: Newswire 07 Mei 2018 | 18:09 WIB
Bupati Banyuwangi Azwar Anas (kanan) berbincang dengan CEO GO-JEK Indonesia Nadiem Makarim saat konferensi pers kolaborasi GO-JEK dengan Pemkab Banyuwangi di Jakarta, Rabu (15/11)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, BANYUWANGI: Pembangunan pabrik kereta api milik PT Industri Kereta Api di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membutuhkan waktu sekitar 1 tahun yang akan dimulai pada Agustus 2018.

Direktur Keuangan dan SDM Industri Kereta Api (Inka) Mohamad Nur Sodiq menjelaskan pabrik baru di ujung timur Pulau Jawa itu diharapkan bisa memulai produksinya pada Agustus 2019.

“Pabrik Banyuwangi ini akan difokuskan untuk pembuatan kereta pesanan ekspor, seiring besarnya pesanan dari sejumlah negara di Asia,” katanya saat bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Senin (7/5/2018).

Pada kunjungannya itu, Sodiq mengemukakan bahwa peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik Inka di Banyuwangi bakal dilaksanakan Agustus 2018.

Saat ini, tegasnya, proses persiapan lahan yang sedang dituntaskan di Kementerian BUMN karena melibatkan kawasan milik BUMN lain, yaitu PT Perkebunan Nusantara.

Sesuai rencana, pabrik Inka di Banyuwangi akan berdiri di atas lahan seluas 72 hektare dan tercatat sebagai pabrik kedua produsen kereta api selain di Madiun, yang telah mengekspor produknya ke berbagai negara itu.

“Kami memilih Banyuwangi karena akan sangat efisien. Aksesibilitasnya bagus, jaringan laut ada,” ujarnya.

Untuk tahun ini, Sodiq menyatakan Inka tengah memproses pesanan dari beberapa negara di Asia salah satunya Bangladesh yang memesan 250 unit kereta dan Filipina yang memesan kereta rel diesel (KRD) senilai Rp127,3 miliar. Selain itu juga ada pesanan kereta dari Srilanka senilai Rp400 miliar.

“Yang sedang proses negosiasi dengan Thailand. Dengan banyaknya pesanan luar negeri dan pemenuhan kebutuhan kereta di dalam negeri, kami memang harus segera bikin pabrik baru di Banyuwangi ini,” ujarnya.

Saat ini, dia menjelaskan pabrik di Madiun berkapasitas produksi dua kereta per hari. Dengan tambahan pabrik di Banyuwangi, dia menargetkan kapasitasnya bisa menghasilkan empat kereta per hari.

Sodiq memproyeksikan industri Inka di Banyuwangi bisa menyerap hingga 1.000 tenaga kerja yang kebutuhannya bisa dipenuhi dari sekolah vokasi di Kabupaten Banyuwangi yang berjuluk The Sunrise van Java itu.

“Kami bekerja sama dengan sekolah di Banyuwangi untuk menyiapkan tenaga terlatih, sehingga saat pabrik berdiri SDM-nya siap. Saat ini sudah berjalan di beberapa SMK dan segera menyusul sekolah vokasi lainnya,” kata Sodiq.

Bupati Abdullah Azwar Anas menyatakan siap mendukung pembangunan pabrik Inka di Banyuwangi. “Pabrik ini adalah bagian dari menggerakkan sektor ekonomi domestik strategis sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo. Dan yang terpenting juga menyerap tenaga kerja,” ujar Anas.

Anas mendorong Inka untuk membangun pabrik berkonsep industri hijau dan mengusung konsep arsitektur lokal.

Selain itu, Anas juga ingin agar pabrik Inka bisa mendukung pariwisata Banyuwangi, misalnya ada wisata teknologi tentang perkeretaapian.

Sumber: Antara

Editor: Hendra Wibawa

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer