Citi Indonesia dan AJI Buka Program Master Class Digital Financial Literacy 2018

Oleh: Azizah Nur Alfi 06 Mei 2018 | 23:43 WIB
Citi Indonesia dan AJI buka Program Master Class Digital Financial Literacy 2018/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Citi Indonesia (Citibank) bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia membuka program Master Class Digital Financial Literacy 2018, Sabtu (5/5/2018).

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N Makki dan Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Revolusi Riza meresmikan kelas yang diikuti oleh 18 peserta dari kalangan jurnalis tersebut.

Hasil survei yang dilakukan Asosiasi Penyedia Jasa Internet (APJI) 2017 menunjukkan bahwa 143,26 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet, dari total penduduk Indonesia sebanyak 262 juta orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan 2016 yakni 132,7 juta jiwa.

Sejalan dengan hal tersebut, data dari wearesocial dari 2015 hingga 2017 mengindikasikan bahwa laju adopsi digitalisasi di Indonesia dipicu oleh penggunaan smartphone, termasuk dalam melakukan transaksi perbankan, antara lain mobile payment dan personal wealth management.

Laju tren digital dan teknologi dunia pun semakin disruptif dan bergerak cepat, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data dari Asosiasi Fintech Indonesia, saat ini terdapat sekitar 134 perusahaan fintech di Indonesia yang menyasar ke lima sektor yakni, payment landing, capital market, insurance, market processioning, dan peer to peer lending.

Tren dan percepatan disrupsi inilah yang mendorong Citibank dan AJI mengadakan program Master Class Digital Financial Literacy 2018 untuk pertama kalinya yang dilaksanakan selama 3 bulan.

Chief Executive Officer Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan, Citi Indonesia sebagai bank berskala global yang berfokus pada digitalisasi dan inovasi teknologi perbankan, berkomitmen untuk mendukung dan melaksanakan finansial edukasi dan literasi bagi masyarakat, termasuk akselerasi pemahaman terkait digital financial dan digital banking yang berkembang sangat pesat.

"Pelaksanaan program ini diharapkan dapat mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat luas melalui rekan-rekan jurnalis dengan kualitas liputan yang terpercaya, edukatif, dan beretika," katanya melalui keterangan resmi pada Minggu (6/5/2018).

Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Revolusi Riza berharap para jurnalis dapat memperoleh pengetahuan baru terkait dunia digital, terutama di industri keuangan, dari penyelenggaraan program ini.

"Ini merupakan bagian upaya AJI Indonesia untuk meningkatkan profesionalisme jurnalis," imbuhnya.

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N Makki menambahkan, pihaknya bersama Sekolah Jurnalisme AJI menghadirkan modul pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia digital mulai dari financial technology (fintech), digital banking, e-commerce, venture capital, etax, virtual card accounts, blockchain, data visualization hingga penguatan soft skill.

"Dengan beragam modul yang berfokus pada teknologi dan inovasi berbasis digital, kami melihat bahwa tren digitalisasi akan terus melahirkan disrupsi, yang akan mengubah bagaimana cara masyarakat menjalani hidup dan secara makro, hal ini akan mempengaruhi pergerakan roda perekonomian, baik secara global maupun di Indonesia," katanya.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya