SEBARAN LOGISTIK : JNE Ambil Peluang Piala Dunia

Oleh: Jaffry Prabu Prakoso 05 Mei 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA — PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) resmi menjadi rekan untuk sebaran logistik nonton bareng Piala Dunia 2018 di Indonesia.

Direktur Utama JNE Mohammad Feriadi mengatakan bahwa kerja sama dengan Futbal Momentum Asia (FMA) ini bisa terjalin karena perusahaan ingin memanfaatkan momen olahraga yang paling diminati di dunia.

"Kami lihat peluang ini dan sayang jika JNE tidak memanfaatkan itu," katanya, Jumat (4/5).

FMA telah ditunjuk menjadi pemegang lisensi teritorial resmi dengan hak eksklusif atas semua media, siaran, dan komersial terkait Piala Dunia Rusia khusus wilayah Indonesia.

Nantinya seluruh agenda nonton bareng (nobar) di seluruh pelosok Indonesia akan didukung oleh JNE untuk pengiriman barang sampai materi promosi yang dibutuhkan.

Feriadi menjelaskan bahwa perusahaan tidak akan kesulitan dengan distribusi barang karena JNE memiliki 6.000 titik layanan dan 40.000 karyawan.

CEO PT FMA David Khim mengatakan, kerja sama ini bisa terjalin karena kedua perusahaan memiliki moto yang sama.

"Piala dunia adalah momen yang membahagiakan. Kami memiliki tagline Making Moment dan JNE Connecting Happiness. Dengan begitu dengan sinergi ini kami membuat momen sementara JNE menghubungkan kebahagiaan," ungkapnya.

Bukan hanya itu, bagi pelanggan JNE yang telah menjadi anggota JNE Loyalti Card bisa mendapatkan kesempatan menyaksikan final piala dunia di Rusia.

Anggota hanya perlu menukarkan 99 poin yang dimilikinya untuk ditukarkan dengan satu kupon. Empat orang pemenang yang beruntung berhak mendapat tiket pulang pergi beserta akomodasi serta pengurusan visa.

Sementara itu, Indonesia harus memiliki visi misi yang jelas mengenai produk yang akan diunggulkan menuju Industri 4.0 atau generasi keempat.

Asosiasi Logistik Indonesia Mahendra Rianto mengatakan visi tersebut bertujuan agar produk yang akan diekspor bisa bersaing dengan barang luar negeri.

"Produk unggulan ini juga bisa menjadi pilot projek untuk lainnya," katanya kepada Bisnis.

Menurutnya tujuan akhir dari produk unggulan itu untuk memiliki harga yang murah dan berkualitas tinggi. Capaian tersebut bisa didapat dengan volume yang besar.

Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan survei terlebih dahulu mengenai barang-barang yang dianggap memenuhi kriteria tersebut. "Setelah itu pemerintah harus punya guidance. Jangan berikan sepenuhnya pada industri karena konsepnya pemerintah yang buat," jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menyiapkan lima sektor yang dipersiapkan dalam implementasi industri generasi keempat.

Produk tersebut yaitu makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, elektronik, dan kimia. (Jaffry Prabu Prakoso)

Editor: Sepudin Zuhri

Berita Terkini Lainnya