PERLAMBATAN KREDIT DI KALIMANTAN : Danamon Antisipasi Sektor Pertambangan

Oleh: Rachmad Subiyanto/Fariz Fadhillah 05 Mei 2018 | 02:00 WIB

BALIKPAPAN - PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Wilayah Kalimantan mengantisipasi perlambatan kredit di sektor pertambangan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, sehingga rasio kredit bermasalah masih terkendali.

“Masih terkendali karena portofolio kredit kami sudah bukan lagi dari pertambangan, melainkan dari small medium enterprise atau UKM,” kata Eka Dinata, Regional Head SND Kalimantan PT Bank Danamon Indonesia Tbk., Jumat (4/5).

Menurutnya, saat ini rasio kredit bermasalah Bank Danamon di wilayahnya berada di bawah 4%. Angka ini masih berada ambang batas yang dipersyaratkan oleh otoritas, serta di bawah kondisi rasio kredit bermasalah secara umum di Kalimantan.

Dia mengungkapkan, bank sudah selektif dalam menyalurkan kredit untuk sektor pertambangan sejak 2012.

Eka menyebutkan bahwa kredit pertambangan diberikan kepada nasabah yang sudah jelas rekam jejaknya untuk memastikan kehati-hatian dan peningkatan kualitas kredit.

Saat ini, penyaluran kredit untuk segmen UKM masih mendominasi di wilayah Kalimantan disusul oleh penyaluran pembiayaan oleh Adira Finance untuk pembelian kendaraan bermotor. "Dua sektor ini yang saling ganti mendominasi penyaluran kredit untuk Bank Danamon Regional Kalimantan," tuturnya.

Sebelumnya, pada paparan kinerja akhir tahun, Eka menyebutkan akan fokus pada penyalur kredit di sektor SME meski sektor komoditas yang menjadi motor penggerak perekonomian di Kalimantan mulai terlihat membaik.

Eka menjelaskan, melihat apakah pemulihan yang terlihat dari membaiknya harga batu bara akan berlangsung lama atau hanya sementara.

Fokus penyaluran kredit pada segmen SME juga didukung melalui inovasi di bidang teknologi, yakni aplikasi Danamon Financial (D-Financial). Aplikasi ini mendukung usaha kecil menengah dalam mengembangkan dan mengelola bisnis yang dijalankan.

Selain dapat menyajikan simulasi pinjaman, aplikasi ini juga dapat membuat laporan laba rugi dan laporan neraca sederhana.

"Yang paling penting, aplikasi ini dapat mereferensikan calon mitra yang memerlukan layanan perbankan untuk usahanya. Nanti, kalau sampai ada transaksi, pemberi referensi bisa mendapatkan poin di D-Financial itu," tuturnya.

Kalimantan Timur masih mendominasi pangsa pasar Bank Danamon yang memiliki 38 kantor cabang dan satu unit syariah di Pulau Kalimantan. Adapun untuk wilayah lainnya, masih belum mampu menggeser dominasi dari area Kalimantan Timur.

Hingga kuartal I/2018, secara nasional, Bank Danamon membukukan kinerja pertumbuhan kredit dalam tren yang positif seiring dengan kredit yang mulai tumbuh di beberapa segmen usaha, seperti KPR, UKM dan pembiayaan kendaraan bermotor.

Adapun, dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) berhasil ditekan dari 3,2% menjadi 3,1% (yoy). Rasio biaya kredit berada di level 2,5% atau membaik dibanding 2,7% pada tahun sebelumnya dan 3,1% pada kuartal sebelumnya.

Rasio dana murah (current account and saving account/CASA) juga tumbuh 11% menjadi Rp50 triliun. Pada tahun sebelumnya rasio CASA Bank Danamon sebesar 44,3%, tetapi tahun ini mencapai 48,3%. Sebaliknya, deposito turun 4% menjadi Rp53,7 triliun.

Ahlu menjelaskan, pihaknya memang melakukan langkah pengurangan dana mahal untuk menekan biaya dana. Adapun, rasio kredit terhadap total pendanaan berada pada level 93,5%.

Untuk rasio kecukupan modal, secara konsolidasi tercatat sebesar 21,6%, sedangkan bank only sebesar 22,5%. (k30/Rachmad Subiyanto)

Editor: Bambang Supriyanto

Berita Terkini Lainnya