Antisipasi Kenaikan Harga, BI Balikpapan Gandeng Ulama

Oleh: Fariz Fadhillah 04 Mei 2018 | 00:53 WIB
Penandatanganan seruan bersama BI Balikpapan dan perwakilan para alim ulama menjelang Ramadan./Bisnis.com-Fariz Fadhillah

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Sebagai panutan, suara para alim ulama tentunya lebih didengar oleh mayoritas masyarakat pada umumnya.  

Sekitar 150 ulama dari beragam organisasi, pondok pesantren, perguruan tinggi Islam di Balikpapan diundang ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis (3/5/2018).

Penyatuan persepsi dalam menghadapi tantangan kenaikan harga jelang Ramadan ini menjadi tujuannya.

Adapun strategi bank sentral ini digelar memasuki tahun kedua dan dilakukan lebih cepat 2 pekan dibandingkan dengan 2017.  

Program Ulama Peduli Inflasi ini serupa dengan program Sekolah Peduli Inflasi. Kedua inovasi ini diklaim hanya ada di Balikpapan.

“Para ulama akan dapat turut aktif menyosialisasikan dan mengajak masyarakat bijak berbelanja dan sadar inflasi melalui tausiyah tausiyah salama Ramadan,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani.

Pelibatan ulama sendiri berkerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia. Kerja sama ditandai penandatanganan Seruan Bersama tentang Bijak Belanja Konsumsi.  

Mencermati tren historis menjelang Ramadan dan Idulfitri, Balikpapan disebutkan tengah menghadapi tantangan kenaikan pada beberapa komoditas.

“Jelang atau setelah ramadan biasanya cenderung naik tinggi dibanding periode lain sepanjang tahun. Kita akan berupaya tekan inflasi di bawah 1 persen,” tutur Suharman.

Sekretaris Kota Balikpapan Sayid M. N. Fadli optimistis inflasi kali ini dapat dikendalikan oleh Tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID) yang bergerak lebih cepat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Tingginya pertumbuhan ekonomi namun diikuti kenaikan inflasi sama seperti menggarami air di laut, tidak ada artinya,” jelasnya.

Sementara, concern lain adalah menekan peluang praktik ilegal seperti tindak penimbunan dan spekulan pada komoditas penting. 95 persen kebutuhan Balikpapan, kata dia, berasal dari luar daerah. “Untuk itu kami akan libatkan kepolisian menjaga kelancaran distribusi,” kata Fadli.

Anggota DPD RI Muhammad Idris meminta agar para ulama serius mengajak masyarakat bijak membelanjakan uang mereka selama Ramadan. “Masyarakat tidak berfoya-foya dan dapat lebih hemat mengurangi konsumsi berlebihan saat Ramadan.”

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer