PABRIK GULA : PTPN XIV Targetkan Spin Off Juni

Oleh: Pandu Gumilar 03 Mei 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV menargetkan rencana spin off pabrik gula terealisasi pada akhir Juni.

Dihubungi dari Jakarta, Direktur Utama PTPN XIV Doni Gandamihardja mengatakan sejauh sudah ada 5 calon investor potensial yang menyatakan minatnya.

"Rencananya [spin off] as soon as possible. Sesuai time line yang disusun bersama konsorsium konsultan, direncanakan akhir Juni sudah terealisasi," katanya kepada Bisnis, Rabu (2/4).

Doni belum bersedia memberikan rincian mengenai pabrik gula yang akan terkena spin off. PTPN XIV sendiri memiliki 3 Unit pabrik gula (PG) yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu PG Bone, PG Camming dan PG Takalar.

Dia menambahkan, kelima calon investor yang menyatakan minatnya tersebut berasal dari dalam negeri. "Kami utamakan lokal partner dulu."

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis mengatakan sejauh ini belum ada investor asing yang berminat masuk terkait dengan niat PTPN III (holding perkebunan) untuk melakukan spin off terhadap pabrik gula milik anak usahanya, PTPN VII dan PTPN XIV. "[Saat ini] belum masuk sama sekali."

Menurutnya, dibandingkan dengan bidang usaha sektor tanaman pangan, sektor perkebunan lebih menarik minat para investor termasuk untuk tebu.

"Sektor perkebunan yang menarik dibandingkan dengan tanaman pangan, terutama [komoditas] tebu yang menarik karena perkebunan sawit lahannya sekarang sedikit. Tebu bidang usaha yang menarik tapi lahannya yang susah,"katanya kepada Bisnis, Senin (30/4).

Menurutnya, untuk perkebunan tebu memerlukan lahan minimal 10.000 ha. Oleh sebab itu perlu ada sinergi antara lembaga seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, pada 2017 luas areal tanam tebu tercatat 453.456 ha dengan produksi gula putih sebanyak 2,46 juta ton.

BKPM mencatat, pada kuartal I/2018, sektor tanaman pangan dan perkebunan mencetak total investasi Rp17,9 triliun. Selama periode tersebut, pertumbuhan investasi di sektor itu mencapai 9,6%. (Pandu Gumilar)

Editor: Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkini Lainnya