Turis Asing ke Raja Ampat Meningkat 7%

Oleh: Amri Nur Rahmat 03 Mei 2018 | 11:31 WIB
Loading the player ...
Keindahan Raja Ampat diposting di Youtube oleh penyanyi Andre Hehanussa yang memiliki Album dengan salah satu judul lagu Raja Ampat. Video diambil dari postingan akun Andre Hehanussa Official di Youtube.

Bisnis.com, RAJA AMPAT – Pergerakan wisatawan asing yang masuk ke Raja Ampat, Papua Barat, diklaim mengalami pertumbuhan hingga 7% rerata tahunan.

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengemukakan tren tersebut menunjukkan jika destinasi wisata berbasis bahari yang dimiliki semakin dikenal oleh khalayak internasional.

Sebagai gambaran, urainya, arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Raja Ampat mencapai sekitar 27.000 orang pada tahun lalu dan mengunjungi titik-titik destinasi di daerah tersebut.

Untuk 2018, pergerakan kunjungan wisatawan mancanegara sudah menyentuh level dua digit dari sisi pertumbuhan.

"Kunjungan wisatawan mancanegara terus naik dari tahun ke tahun, akses penerbangan juga semakin banyak. Lebih memudahkan turis asing menjangkau Raja Ampat," katanya kepada Bisnis, hari ini Kamis (3/5/2018).

Di sisi lain, Faris mengemukakan serangkaian langkah pembenahan juga dilakukan secara simultan pada berbagai aspek agar industri pariwisata Raja Ampat bersifat berkelanjutan.

Dia menjelaskan, upaya pembenahan diantaranya aspek sistem pelayanan, lalu sisi penyediaan infrastruktur penunjang yang representatif bagi wisatawan hingga stabilitasi harga.

Adapun khusus stabilisasi harga dilakukan agar harga yang diterima wisatawan bisa lebih kompetitif sehingga memberikan kenyamanan para wisatawan.

"Kami benahi semuanya, sistem, termasuk pajak dan lainnya. Terutama untuk harga transportasi untuk akses ke titik-titik destinasi, lalu besaran harga jasa akomodasi sesuai dengan klasifikasinya, baik homestay, penginapan maupun resort," papar Faris.

Dalam mendukung serangkaian pembenahan tersebut, Pemkab Raja Ampat mengalokasikan anggaran sebesar Rp45 miliar pada tahun ini termasuk pula untuk kebutuhan promosi wisata.

Beberapa investor asing yang bergerak pada sektor hospitality juga telah bersiap untuk melakukan ekspansi di Raja Ampat.

"Sudah ada beberapa, seperti Aston International dan Swissbell yang berencana membangun resort di Raja Ampat. Kami siap memfasilitasi karena orientasinya juga ingin mendukung pertumbuhan pariwisata Raja Ampat," ucap Faris.

Sejauh ini, lanjutnya, sudah ada jaringan perhotelan internasional yang telah merealisasikan ekspansi di Raja Ampat, di mana salah satunya Le Meridien untuk hotel dan resort berkualifikasi premium di Waisai Raja Ampat.

Raja Ampat merupakan kabupaten di wilayah administrasi Provinsi Papua Barat dengan letak tepat berada di 'kepala burung' Pulau Papua.

Secara umum, geografis Raja Ampat terdiri dari banyak pulau karang yang tersebar hampir merata pada seluruh titik di wilayah administratif.

Namun, terdapat 4 pulau utama yang menjadi titik konsentrasi penduduk maupun wisatawan yakni Pulau Waigeo, Pulau Batanta, Pulau Salawati, dan Pulau Misool.

Di samping itu, terdapat sederet pulau dengan ukuran sedikit lebih kecil yang membentuk deretan tebing tinggi dan kerap menjadi sasaran kunjungan wisatawan seperti Piaynemo, Teluk Kabui, Wayag dan banyak lainnya.

Selanjutnya, kekayaan biota laut serta hutan tropis yang tetap terjaga kelestariannya hingga kekayaan kebudayaan setempat menjadi pelengkap keindahan Raja Ampat sebagai destinasi utama di Tanah Air bahkan dunia.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya