Australia Dukung Pendidikan Inovasi di Jatim

Oleh: Peni Widarti 27 April 2018 | 00:17 WIB
Australia Dukung Pendidikan Inovasi di Jatim
Ilustrasi: Siswa Madrasah Aliyah Negeri berdoa bersama menjelang pelaksanaan Ujian Nasional/Antara

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Australia melalui Konsulat Jenderal Australia di Surabaya mendukung pendidikan di Jawa Timur melalui program Inovasi yang fokus pada pembelajaran siswa berbasis inovasi.

Konsul Jenderal Australia Chris Barnes mengatakan negaranya dan Indonesia sudah bertahun-tahun memiliki kerja sama yang erat di bidang pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan elemen penting dalam meningkatkan standar kualitas sumber daya manusia.

"Inovasi program terdepan yang dipilih dua negara ini [Indonesia dan Australia] dalam bekerja sama. Kami harap program ini bisa mendukung Pemprov Jatim dalam meningkatkan hasil pembelajaran khususnya di jenjang pendidikan dasar," ungkapnya seperti dikutip dalam rilis pada Kamis (26/4/2018).

Program Inovasi merupakan program kemitraan yang dinaungi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Pemerintah Australian yang fokus pada pembelajaran berbasis inovasi.

Sebagai bagian dari program tersebut, Pemprov Jatim telah menggelar forum Temu Inovasi guru-guru SD dan madrasah ibtidaiyah (MI) pada 26 April 2018 yang diikuti oleh guru, kepala sekolah, pengawas, hingga organisasi dan lembaga lain yang peduli dengan peningkatan kualitas pendidikan di Jatim.

Forum tersebut bertujuan menyajikan temuan dan praktik-praktik inovatif di bidang pendidikan dan hasil studi pemetaan yang dilakukan oleh Inovasi Jatim.

Ada 27 praktik-praktik baik dari para pendidik inovatif yang ikut ambil bagian dalam pameran pembelajaran yang telah mereka praktikkan untuk menjawab tantangan dan masalah pembelajaran yang ada di daerah masing-masing.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan program Inovasi sangat penting dilakukan untuk membangun etika dan moralitas anak bangsa, serta membangun sistem pendidikan yang lebih baik.

“Program ini sangat bagus karena membuat anak senang saat belajar di sekolah dengan berbagai inovasi literasi maupun numerasi yang dibuat,” ujar Pakde Karwo, sapaan Gubernur Jatim.

Menurut Gubernur, program Inovasi dapat menjadi salah satu strategi dalam menghadapi tantangan bonus demografi yang akan dihadapi Jatim pada 2019. Melalui praktik inovatif, siswa pendidikan dasar diajak untuk berperan penting dan unggul dalam pergaulan global.

“Menghadapi tantangan demografi, sistem pendidikan harus dibenahi mulai dari PAUD, TK, SD, hingga universitas, salah satunya lewat program ini. Contoh pendidikan yang interaktif ada di SDN Sumbergondo 2 Batu, siswanua diminta mendeskripsikan apa yang telah mereka tulis, lalu ada juga sekolah yang mengajak berdoa dulu," ungkapnya.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya