PERAHU BENGAWAN SOLO, Baju Pelampung Kerap Ditinggal di Rumah

Oleh: Newswire 24 April 2018 | 08:59 WIB
PERAHU BENGAWAN SOLO, Baju Pelampung Kerap Ditinggal di Rumah
Ilustrasi./JIBI

Bisnis.com, BOJONEGORO—Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur akan mengevaluasi tingkat kemananan sejumlah lokasi tambangan perahu Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, untuk memberikan pembinaan kepada operator perahu tambang.

"Evaluasi perahu tambang Bengawan Solo akan dilakukan di 20 lokasi tambangan perahu mulai Bendung Gerak di Kecamatan Kalitidu, sampai taman Bengawan Solo (TBS) di Kecamatan Kota, Rabu (25/4)," kata Kepala Bidang Angkutan Dishub Bojonegoro Suhartono di Bojonegoro, Selasa (24/4/2018).

Di dalam evaluasi tambang perahu, lanjut dia, jajaran Dishub Jatim akan memberikan pembinaan terkait keselamatan para penumpang perahu tambang, mulai ketersediaan pelampung bagi penumpang perahu sampai kondisi perahu tambang, juga yang lainnya.

"Pembinaan akan dilakukan dengan cara mendatangi satu per satu lokasi tambangan perahu Bengawan Solo, mulai Bendung Gerak sampai TBS. Ya termasuk keselamatan bagi operator perahu tambang," ucapnya.

Ia menyebutkan di sepanjang Bengawan Solo di wilayahnya dengan panjang sekitar 100 kilometer terdapat sebanyak 80 lokasi tambangan perahu.

Menurut dia, pembinaan keselamatan tambangan perahu difokuskan di jalur tambangan yang padat, sedangkan di lokasi tambangan lainnya juga akan dilakukan tapi secara bertahap.

"Di tambangan lainnya juga dilakukan pembinaan, tapi akan dilakukan setelah ini," ujarnya.

Yang jelas, menurut dia, dishub sudah membagikan baju keamanan penumpang perahu tambang Bengawan Solo berupa "life jacket" (baju pelampung) dan "ring buoy" (pelampung cincin) kepada usaha tambangan perahu di 80 titik tambangan perahu.

"Di setiap titik lokasi tambangan perahu tambang masing-masing memperoleh bantuan lima "life jacket" dan satu "ring buoy"," kata dia.

Bantuan keamanan perahu tambang itu, kata dia, diperoleh dari Dishub Provinsi Jatim, dengan jumlah 430 "life jacket" dan 80 "ring buoy", pada 23 Maret.

"Bantuan "life jacket" dan "ring buoy" yang diberikan kepada penambang perahu memang masih kurang dibandingkan jumlah penumpang perahu tambang terutama di lintasan yang padat," ujarnya.

Oleh karena itu, pengusaha tambang perahu seharusnya bisa menambah alat keamanan bagi penumpang perahu tambang untuk melengkapi bantuan "life jacket" dan "ring buoy".

"Tapi yang terpenting bantuan kemanan perahu tambang itu dibawa di perahu. Jangan ditinggal di rumah, dengan alasan agar tidak rusak," ucapnya.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya