PILGUB JATIM : Persaingan Masih Imbang

Oleh: Choirul Anam & Fariz Fadhillah 24 April 2018 | 02:00 WIB
PILGUB JATIM : Persaingan Masih Imbang
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan cagub nomor urut dua Saifullah Yusuf (kanan) bersalaman saat Debat Publik I Pilgub Jatim di Gedung Dyandra Convetion Center, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/4/2018). Debat publik pertama tersebut menekankan soal pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, keagamaan, budaya, kemasyarakatan, ideologi, HAM, kebangsaan, kepemudaan dan keperempuanan./Antara-Zabur Karuru

MALANG — Persaingan kursi calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur masih dinilai seimbang sehingga pemenang dari kontestasi tersebut akan sangat ditentukan pendekatan kepada kelompok akar rumput yang kuat.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa jika mengharapkan suara dari golongan nasionalis dan Islam tradisional, seperti Nahdlatul Ulama (NU), peluang dua cagub-cawagub Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, sebenarnya sama.

“Masing-masing mempunyai suara di kalangan nasionalis dan NU,” ujarnya di Malang, Minggu (22/4).

Dengan begitu, kunci kemenangan dua pasangan cagub-cawagub sangat ditentukan suara dari Islam modern yang dimanifestasikan a.l suara PAN dan Muhammadiyah.

Jika suara golongan Islam modern tidak pecah dan dapat diambil Khofifah-Emil Dardak, pasangan cagub-cawagub akan dipastikan menang. Selisih yang diperoleh bisa mencapai 7%.

Karena itulah, sebagai tanggung jawab pribadi dan partai pengusul Khofifah-Emil Dardak, maka dirinya melakukan kampanye dengan agar suara golongan Islam modern tidak pecah, utuh memilih Khofifah-Emil.

“Saya 12 hari keliling Jatim mengkampanyekan untuk keterpilihan Khofifah sebagai Gubernur Jatim,” ucapnya.

Sementara itu dari Balikpapan, Kalimantan Timur, hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kaltim menetapkan sebanyak 2.329.647 jiwa daftar pemilih tetap atau DPT untuk Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur yang kini hanya tersisa 2 bulan lagi.

Jika dilihat, DPT tersebut mengalami penurunan tipis dari Daftar Pemilih Sementara atau DPS beberapa waktu lalu, yang mencapai 2.346.674 jiwa.

“Perubahan itu setelah hasil pemutakhiran, ditemukan terdapat penduduk ganda, beralih status domisil dan menjadi anggota TNI-Polri,” kata Ketua KPUD Kaltim, Muhammad Taufik, Minggu (22/4).

Penurunan daftar pemilih, kata dia, paling mencolok didapati di wilayah Balikpapan, Kutai Timur, dan Berau setelah tim KPU melakukan uji publik. Uji publik dilakukan di 10 kabupaten atau kota, 1.038 desa, kampung dan kelurahan di Benua Etam.

Adanya penurunan KPU berharap tak dibarengi dengan penurunan partisipasi. “Mudah-mudahan partisipasi pemilih meningkat.”

Satu sisi, KPUD Balikpapan berhasil menyelesaikan rekapitulasi DPT untuk Pilgub Kaltim sebanyak 414.357 jiwa, setelah diwarnai hujan sanggahan dalam pleno penetapan tengah pekan ini.

Posisi Balikpapan di peringkat ketiga di bawah Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Samarinda untuk DPT terbanyak.

Lebih rinci, dari enam kecamatan, terbagi atas sebanyak 207.912 untuk laki laki. Dan sebanyak 206.445 untuk pemilih perempuan. Sementara dari 34 kelurahan terdapat total jumlah TPS sebanyak 1.363.

Dalam proses pendataan pemilih tetap ditemukan hal serupa, yakni pemilih ganda. “ Dan juga penurunan karena ada yang meninggal dunia,” kata Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha.

Satu sisi Thoha mengatakan pada pemilih pemula atau pemilih yang baru berusia 17 tahun terdapat pertumbuhan. “Pemilih pemula yang nantinya mendekati hari pencoblosan berusia 17 tahun sudah dapat menggunakan hak suaranya. Kami akan berikan surat keterangan,” ujarnya. (k24/k30)

Editor: Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkini Lainnya