Penghimpunan Pajak Daerah Kota Malang Tembus Rp102 Miliar

Oleh: Choirul Anam 23 April 2018 | 08:44 WIB
Penghimpunan Pajak Daerah Kota Malang Tembus Rp102 Miliar
Plh Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, M Toriq (kanan ) saat memberikan arahan kepada staf yang akan melakukan Operasi Sadar Pajak Daerah beberapa waktu lalu./Istimewa

Bisnis.com, MALANG—Penghimpunan pajak daerah Kota Malang sampai triwulan I/2018 menembus Rp102 miliar atau mencapai 27,23% dari target penerimaan sepanjang tahun ini yang dipatok Rp375 miliar.

Plh Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, M Toriq mengatakan penerimaan pajak daerah terbesar pada Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang mencapai Rp40,7 miliar atau 27,8% dari target sebesar Rp146,45 miliar.

“Penerimaan Pajak Restoran juga menggembirakan. Dengan target Rp48 miliar, telah terealisasi penerimaan Rp14,9 miliar atau sudah tercapai 31%,” katanya di Malang, Kamis (19/4/2018).

Begitu pula dari Pajak Penerangan Jalan yang ditarget Rp 54 miliar, realisasinya sebesar Rp14,6 miliar atau 27% capaian dari target.

Sedangkan dari sektor Pajak Air Tanah dengan target Rp 800 juta, realisasinya mencapai Rp 211 juta atau 26,4 % dari target yang ditetapkan.

Pajak Hiburan yang dipatok target Rp 7 miliar, relaisasinya menyentuh Rp2,69 niliar (38%), Pajak Hotel yang dengan target Rp 38 miliar terealisasi Rp10,4 miliar (27%).

Untuk Pajak Reklame, angka penerimaannya mencapai Rp 7,2 miliar yang berarti mencapai 38% dari target yang ditetapkan sebesar Rp19 miliar.

Pajak Parkir terealisasi Rp1,4 miliar dari target penerimaan Rp 4,75 miliar yang berarti mencapai 29,7%. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan yang masa jatuh temponya baru akan berakhir 31 Juli nanti, penerimaannya sudah Rp9,8 miliar atau 17% dari target penerimaan sebesar Rp57 miliar di tahun ini.

Plh Kepala BP2D Kota Malang, M Toriq mengatakan optimistis target penerimaan pajak daerah sebesar Rp375 miliar tersebut dapat tercapai pada akhir tahun. Bahkan bisa saja sebelum akhir tahun sudah melampaui target,” tuturnya optimis.

Hal itu terjadi karena selama empat tahun belakangan BP2D Kota Malang yang sebelumnya bernama Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) selalu dapat memenuhi target bahkan melampaui target.

“Artinya kami harus tetap bekerja keras menjalankan langkah-langkah intensifikasi maupun ekstensifikasi, serta terus memetakan potensi yang masih bisa digali. Berbagai inovasi dan gebrakan akan terus kami gelar hingga akhir tahun nanti,” katanya.

Dia mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat Kota Malang dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerahnya. “Terima kasih kepada seluruh warga Kota Malang, utamanya para Wajib Pajak yang telah dengan penuh kesadaran memenuhi kewajibannya,” ucapnya.

Respons positif warga dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak daerah, dia menilai, dapat memacu kinerja BP2D untuk semakin produktif dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya