Pabrik Gula Muria Sumba Manis Mulai Dibangun

Oleh: Pandu Gumilar 22 April 2018 | 20:18 WIB
Dirut PT Adaro Energi Garibaldi Thohir (dari kiri) saling bertumpu tangan dengan CEO PT PeIabuhan Indonesia III Ari Askhara, Dirut PT Sriboga Flour MiII AIwin ArifIn, dan Direktur II PT Muria Sumba Manis Welly, seusai penandatanganan perjanjian pendahuluan pembentukan perusahaan patungan Pelindo III dan PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), di Jakarta, Senin (12/3/2018)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT. Muria Sumba Manis mulai melaksanakan pembangunan pabrik gula modern pertama di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu 21 April 2018.

Pabrik Gula tersebut berkapasitas 12.000 TCD serta terintegrasi dengan perkebunan tebu milik perusahaan dan mempergunakan teknologi kogenerasi listrik yang digunakan sebagai sumber tenaga pada pompa irigasi dengan teknologi sub-drip. Hal inilah yang membedakan dengan pabrik gula pada umumnya.

Selain itu pabrik gula MSM juga menggunakan teknologi yang sepenuhnya otomatis dan dilengkapi dengan unit dekolorisasi sehingga diharapkan produk yang dihasilkan dapat masuk ke pasar B2B untuk gula industri atau gula rafinasi.

Pabrik ini direncanakan dapat beroperasi penuh pada tahun 2020 ini diharapkan dapat menghasilkan 1.200 ton Gula Kristal Putih dan Gula Kristal Rafinasi setiap harinya.

Raphael.R.Susanto, Chief Operating Officer PT. Muria Sumba Manis mengatakan setelah mendapatkan ijin usaha sejak tahun 2015 silam, perusahaannya sangat serius menggarap pembangunan perkebunan tebu serta mengembangkan kemitraan plasma masyarakat.

"Dengan target kapasitas 12.000 TCD, kami yakin dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pencapaian swasembada gula nasional yang diperkirakan akan mencapai 6,8 juta ton pada tahun 2020 dan keberadaan kami di Sumba Timur diharapkan dapat mendorong perekonomian daerah secara berkesinambungan,” katanya pada Sabtu (22/4).

Selain itu, MSM juga berupaya mewujudkan praktik agribisnis yang berkelanjutan dan menerapkan praktik-praktik perkebunan terbaik serta ramah lingkungan. Pabrik ini juga ditargetkan memperoleh ISO (International Standart Organization) 9001-2015, FSSC 22000 dan ISO 14000 sebagai bentuk komitmen nyata perusahaan dalam terhadap kelestarian lingkungan.

Di sisi lain Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan pemerintah propinsi NTT berterima kasih atas keberanian PT. MSM dalam membangun pabrik gula dan perkebunan tebu di sini.

"Saya mengganggap ini investasi nekat, karena mereka berani berinvestasi di tanah berbatu karang. Tapi hal ini bisa dibuktikan oleh PT. MSM dalam membangun pabrik dan perkebunan tebu yang memiliki target panen 100 ton /ha dan target rendemen gula sebesar 10% di mana rendemen tersebut lebih tinggi dari yang di Pulau Jawa,” tutupnya.

Editor: Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkini Lainnya