Minim Tenaga Kerja, Perdagangan Berjangka Komoditi Sasar Universitas

Oleh: Peni Widarti 20 April 2018 | 19:42 WIB
Minim Tenaga Kerja, Perdagangan Berjangka Komoditi Sasar Universitas
Wakil Rektor IV Universitas Airlangga Junaidi Khotib (kedua kanan) bersama Plt. Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi (kiri), dan Dirut PT Rifan Financindo Berjangka Ovide Decroli (kedua kiri), serta Dirut PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang (kanan) memperlihatkan dokumen kesepakatan terkait \\\'Futures Trading Learning Center\\\' di Surabaya, Jumat (20/4/2018)./ANTARA-Zabur Karuru

Bisnis.com, SURABAYA – PT Jakarta Futures Exchange (JFX) bersama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) tahun ini menggandeng Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Sumatra Utara Medan untuk menciptakan tenaga kerja pialang yang selama ini masih kekurangan.

Chief Business Officer PT RFB, Teddy Prasetya mengatakan tahun lalu, RFB sendiri juga sudah melakukan kerja sama serupa dengan Universitas Sriwijaya dan tahun ini diawali dengan Universiitas Airlangga Surabaya.

“Kerja sama yang bertajuk Future Trading Learning Center (FTLC) ini merupakan inisiatif perusahaan perdagangan berjangka komoditi mengingat belum optimalnya jumlah tenaga kerja pialang di Indonesia,” katanya seusai penandatanganan kerja sama FTLC di Unair Surabaya, Jumat (20/4/2018).

Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti) menyebutkan, hingga 2017 tercatat jumlah tenaga kerja pialang di Indonesia baru sekitar 2.500 orang. Padahal, kebutuhannya lebih dari angka tersebut mengingat Indonesia merupakan negara yang kaya akan komoditas.

“Melihat hal ini kami ingin membuat wadah berupa fasilitas dan sarana FTLC bagi mahasiswa Unair,” imbuh Teddy.

Dia menjelaskan FTLC sendiri merupakan wadah yang menjembatani kampus dengan para pelaku industri perdagangan berjangka komoditi. Diharapkan keberadaan FTLC ini bisa menghubungkan dunia pendidikan yang menyediakan sumber daya manusia dengan industri sebagai penyedia lapangan pekerjaan.

“Program FTLC ini akan menyasar semua sivitas akademika mulai dari mahasiwa, sarajana juga pasca sarjana. Ini merupakan bagian dari program kerja RFB sejak tahun lalu melalui edukasi dan sosialisasi agar perdagangan berjangka komoditi ini semakin diminati,” jelasnya.

Adapun FTLC di Unair nantinya akan bersifat edukatif dan praktis seperti adanya kuliah umum, seminar atau lokakaarya serta simulasi perdagangan dengan menggunakan sistem JFX, hingga mencapai level magang dan pelatihan.

Teddy meyakini FTLC akan memiliki peran yang luar biasa dalam pembekalan para mahasiswa sejak dini baik teori maupun praktiknya.

“Dengan menyasar kampus-kampus seperti ini, kami yakin secara paralel akan memajukan dunia pendidikan sekaligus mempersiapkan kualitas calon SDM bagi industri perdagangan berjangka komoditi,” ujarnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya