Ini Pemberi Kredit Rp7,73 Triliun Proyek Tol Batang—Semarang

Oleh: Yanita Petriella 17 April 2018 | 11:25 WIB
Ini Pemberi Kredit Rp7,73 Triliun Proyek Tol Batang—Semarang
Pekerja mengerjakan pembangunan lantai kerja (\\\'lean concrete\\\') yang akan difungsikan sebagai jalur fungsional bagi pemudik Lebaran 2017 di ruas tol Semarang-Batang di Tulis, Batang, Jawa Tengah, Selasa (23/5). /Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah perbankan dan perusahaan pembiayaan memberi sindikasi kredit senilai Rp7,73 triliun untuk membiayai pembangunan jalan tol Batang—Semarang.

Kalangan perbankan tersebut yakni PT Bank Mandiri Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT CIMB Niaga Tbk., BPD Jateng, PT Bank KEB Hana, PT Panin Bank Tbk., dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Arie Irianto mengatakan bahwa proyek jalan tol Batang—Semarang merupakan bagian dari tol Trans-Jawa dan bagian dari proyek strategis nasional (PSN).

"Masa pembangunan [tol Batang—Semarang] 26 bulan dan target selesai pada akhir September tahun ini. Lebaran bisa difungsional," ujarnya saat acara penandatanganan pemberian kredit sindikasi tersebut, Selasa (17/4/2018).

Nilai konstruksi pembangunan jalan tol Batang—Semarang adalah Rp11,04 triliun dan sumber pendanaan pembangunannya 30% berasal dari ekuitas dan 70% pinjaman.

Untuk pemenuhan struktur modal dari perbankan dibutuhkan pinjaman senilai Rp7,73 triliun yang terdiri atas tranche I untuk konstruksi senilai Rp7,35 triliun dan tranche II untuk biaya konsultan dan lainnya senilai Rp379 miliar.

Adapun, porsi dari sindikasi kredit tersebut berasal dari:

  • Bank Mandiri senilai Rp2,55 triliun,
  • Bank BCA senilai Rp2 triliun,
  • Bank CIMB Niaga senilai Rp1,10 triliun,
  • PT Sarana Multi Infrastruktur senilai Rp850 miliar,
  • Bank KEB Hana Rp550 miliar,
  • Bank Panin Rp400 miliar,
  • dan BPD Jateng senilai Rp331 miliar.

"Ini Rp7,73 triliun sudah 70% komplet dari kebutuhan pinjaman. Bunganya sekitar 9,08% dan tenor 15 tahun," kata Arie.

SVP Corporate Banking 1 Bank Mandiri Yusak L.S. Silalahi mengatakan bahwa infrastruktur yang baik sangat mendukung pengembangan perekonomian Tanah Air.

Menyadari hal itu, pemerintah berkomitmen dalam pembangunan infrastruktur. Sejak 2015—2019 kebutuhan investasi pembangunan infrastruktur mencapai Rp4.800 triliun atau sekitar Rp960 triliun per tahun.

"Pembiayaan jadi faktor kunci mimpi kita bersama untuk memiliki infrastruktur yang baik. Untuk itu kami kalangan perbankan terus mendukung pembangunan infrastruktur dan dilakukan skema pinjaman sindikasi," tuturnya.

Bank Mandiri berharap agar pembiayaan sindikasi ini dapat membantu penyelesaian ruas tol Batang—Semarang dengan tepat waktu.

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya