JALAN TOL : Semarang—Demak Dibangun September

Oleh: Yanita Petriella 17 April 2018 | 02:00 WIB
Ilustrasi: Kendaraan melintasi salah satu ruas Jalan tol Semarang-Batang di Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/3/2018)./ANTARA-Aditya Pradana Putra

JAKARTA — Pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol Semarang—Demak sepanjang 27 kilometer akan dimulai pada September tahun ini.

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto mengatakan bahwa saat ini proyek jalan tol Semarang—Demak masih dalam proses penyelesaian analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

"Masih dilakukan penyelesaian amdal, tinggal sedikit lagi," ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Pelelangan, menurutnya, akan dimulai setelah penyelesaian amdal yakni pada akhir April ini.

Proses prakualifikasi jalan tol Semarang—Demak sebelumnya telah dilakukan, tetapi diulang kembali setelah adanya rencana penambahan pengerjaan paket proyek tol tersebut bersama dengan pembangunan tanggul.

"Ini kan ide awalnya bagaimana caranya penanggulangan rob di utara Semarang yang sering terjadi, dibarengi dengan pembangunan tanggul tepi laut," ucapnya.

Pembangunan jalan tol Semarang—Demak ini utamanya ditujukan untuk mengatasi kondisi area pesisir antara Semarang dan Demak yang kerap terendam banjir dan rob.

"Pembangunan jalan tol Semarang—Demak ini akan dilakukan groundbreaking pada September tahun ini," kata Arie.

Saat ini tidak ada kendala besar dan perkembangan masih dalam tahap menyelesaikan amdal terutama yang berkaitan dengan rencana Kementerian PUPR membangun kawasan sekitar jalan tol.

Jalan tol ini juga dibangun untuk melancarkan kepadatan jalan dan menjadi tanggul laut yang membendung luapan air laut masuk ke daratan, serta area penanaman tanaman hutan mangrove dan kawasan tambak.

Sebelumnya, Kepala Panitia Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Eka Pria Anas mengatakan bahwa adanya perubahan cakupan proyek membuat proses prakualifikasi proyek harus kembali diulang sebelum masuk ke proses lelang.

Adapun, terdapat dua konsorsium yakni PT Pembangunan Perumahan (persero) Tbk.-PT Wijaya Karya (persero) Tbk. serta PT Jasa Marga (persero) Tbk.-PT Waskita Toll Road telah ditetapkan lulus prakualifikasi pelelangan pengusahaan jalan tol Semarang—Demak.

Dengan prakualifikais ulang ini terbuka kemungkinan badan usaha maupun konsorsium lain yang meminati ruas tol tersebut untuk ikut serta. “Yang dulu [prakualifikasi] tidak berlaku karena beda scope of project,” ujar Eka.

Nilai investasi tol Semarang—Demak diestimasi mencapai Rp20 triliun—Rp21 triliun.

Adapun, pengerjaan jalan tol sepanjang 25,25 km tersebut rencananya satu paket dengan pembangunan tanggul.

Pemerintah rencananya memberi viability gap fund (VGF) atau dana tunai infrastruktur dalam proyek yang dikerjakan dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha tersebut. Perkiraan awal VGF yang akan dikucurkan pemerintah yakni Rp9 triliun—Rp10 triliun. (Yanita Petriella)

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya