Buruh Siap Deklarasikan Capres Pilihan Saat May Day, Jokowi atau Prabowo?

Oleh: Samdysara Saragih 17 April 2018 | 23:31 WIB
Para pekerja seusai beraktivitas, di Jakarta, Senin (9/10)./JIBI-Nurul Hidayat

Kabar24.com, JAKARTA — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia tetap mengagendakan peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei atau May Day 2018 diisi deklarasi dukungan kepada calon presiden 2019—2024.

Presiden Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjelaskan acara deklarasi akan dibarengi dengan kontrak politik sang calon presiden (capres) dengan kaum buruh.

Salah satu tuntutan KSPI adalah menjamin minimal satu tokoh buruh masuk kabinet, terutama memimpin pos Kementerian Ketenagakerjaan.

“Kami akan kumpulkan 100.000 buruh. Tempatnya kalau tidak di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau di Istora,” tuturnya dalam acara diskusi Penguatan Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilu di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Pada Pemilihan Umum Presiden 2014, KSPI menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa. Untuk kontestasi tahun depan, KPSI perlu menggelar musyawarah anggota apakah menjagokan kembali Prabowo atau capres lain.

Said mengatakan saat ini terdapat sekitar 47 juta buruh di Indonesia yang belum sejahtera. Menurutnya, mereka tidak boleh apolitis mengingat kebijakan terkait kaum buruh ditentukan lewat keputusan politik.

“Harus berpartisipasi aktif, jangan sampai golput. Kami akan coba sosialisasi agar tak golput,” ujarnya.

Said menjelaskan kolega-kolega buruh di negara lain juga mengarahkan dukungan kepada calon tertentu. Namun, arah dukungan tidak serta-merta menghilangkan independensi kelompok buruh dengan partai politik.

“Kami independen, bukan organisasi sayap parpol manapun. Tapi independen bukan berarti netral,” ucapnya.

Editor: Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkini Lainnya