TUMPAHAN MINYAK : Pertamina Evaluasi Menyeluruh

Oleh: Fariz Fadhilah 16 April 2018 | 02:00 WIB

BALIKPAPAN — PT Pertamina (Persero) akan melakukan evaluasi secara menyeluruh atas insiden tumpahan minyak yang terjadi di perairan Teluk Balikpapan pada 31 Maret 2018.

"Apakah ada evaluasi menyeluruh? pasti ada. Saya rasa bukan cuma Pertamina. Dari bibir pantai 150 meter di luar kewenangan kami," jelas Yudy Nugraha, Manager Komunikasi dan CSR Pertamina Wilayah Kalimantan, Minggu (15/4).

Yudy menjelaskan, pipa minyak sepanjang 4,5 kilometer melintas dari Terminal Lawe-Lawe menuju Balikpapan melalui perairan Teluk Balikpapan. Ada dua pipa penyalur minyak mentah dan tiga pipa pengangkut gas bumi.

Pipa pengganti 16 inci, kata dia, sudah mengalir dalam kondisi diperbantukan dari Terminal Tanjung ke Kilang Balikpapan. Pipa minyak yang putus berdiameter 20 inci dengan tebal 12 milimeter telah berusia 20 tahun. Pipa itu diduga bergeser hingga 120 meter sehingga patah.

Pada saat pipa terputus, produksi Kilang Balikpapan turun menjadi 180.000 barel per hari(bph) dari kapasitas penuh 260.000 bph. Kilang Balikpapan juga akan direvitalisasi untuk menaikkan kapasitas menjadi 360.000 bph. Proyek revitalisasi Kilang Balikpapan membutuhkan dana hingga US$5 miliar.

Yudy menilai bahwa masyarakat perlu melihat dari dua sisi atas masalah tumpahan minyak tersebut. "Dari bisnis pengolahan crude oil, PBB [pajak bumi dan bangunan] Rp300 miliar bagi daerah," jelasnya.

Selain itu, sambungnya, perseroan terus berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan lingkungan akibat tumpahan minyak tersebut.

Bahkan, perseroan sedang mengajukan asuransi sebagai ganti rugi atas insiden tersebut.

Kementerian Kelautan, kata dia, turut dilibatkan dalam penghitungan ganti rugi nelayan. Terhadap korban jiwa, hasil penghitungan sementara Rp200 juta akan diberikan kepada setiap korban. "Intinya kita sangat serius melakukan penanganan atas kasus ini."

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengunjungi rumah keluarga korban musibah ceceran minyak Teluk Balikpapan di Kelurahan Baru Ilir Kecamatan Balikpapan Barat, Sabtu (14/4).

Massa Manik saat bersama keluarga korban mengungkapkan rasa bela sungkawa dan keprihatinan yang mendalam. "Kami datang dengan kerendahan hati ingin mengucapkan secara langsung rasa keprihatinan kami atas musibah ini dan tanggung jawab kami untuk keluarga korban akan kami penuhi.”

Almarhum Iman merupakan satu dari lima korban meninggal musibah korban ceceran minyak di Teluk Balikpapan.

"Hingga saat ini proses investigasi musibah ceceran minyak di Teluk Balikpapan masih terus dilakukan,” kata Massa.

Pertamina juga menyiapkan dana bantuan Rp2,2 miliar kepada para warga yang terkena dampak tumpahan minyak Rp 2,2 miliar.

“Bantuan berupa pemberian manfaat kompensasi nelayan yang terdampak sehingga tidak melaut dan bantuan peralatan dilakukan secara bertahap,” kata Yudy Nugraha.

Direktur Dirkrimsus Kombes (Pol) Yustan Alpiani menjelaskan bahwa tim identifikasi yang melakukan olah tempat kejadian perkara membutuhkan ahli penyelam untuk mengangkat barang bukti dari dasar laut.

"Memotong pipa ini tidak sembarangan. Apalagi kami butuh 30 meter panjangnya. Memotong di kedalaman 25 meter butuh penyelam ahli yang melakukan," terangnya.

Menurutnya, air keruh, arus kencang, dan jarak pandang yang terbatas menyulitkan penyelam dari Pertamina dan Direktorat Polair Polda Kaltim.

Pipa minyak dengan diameter 20 inci, tebal 12 milimeter yang patah itu akan diperiksa oleh ahli dari laboratorium forensik Polri.

Yustan membeberkan, terdapat empat pipa distribusi milik Pertamina di dasar laut sepanjang 4,5 kilometer. "Butuh orang khusus, pakai penyelam dari pihak ketiga." (k30)

Editor: Sepudin Zuhri

Berita Terkini Lainnya