PEMBANGKIT LISTRIK : PTBA Kaji PLTU Sumsel 6

JAKARTA — PT Bukit Asam Tbk. masih melakukan persiapan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Sumsel 6 yang akan dibangun di wilayah pertambangan batu bara milik perseroan.
Denis R. Meilanova | 16 April 2018 02:00 WIB

JAKARTA — PT Bukit Asam Tbk. masih melakukan persiapan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Sumsel 6 yang akan dibangun di wilayah pertambangan batu bara milik perseroan.

Direktur Pengembangan Usaha PTBA Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin mengatakan bahwa saat ini perseroan sedang menyelesaikan penuntasan pendanaan atau financial closing proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel 8 berkapasitas 2x620 megawatt (MW) yang ditargetkan rampung pada Juni 2018.

Proyek PLTU mulut tambang lain juga masih dalam proses koordinasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

"Ada proses persiapan-persiapan yang dilakukan. Kami ikuti hal-hal yang dikoordinasikan oleh PLN," ujar Fuad menjawab Bisnis, pekan lalu.

Fuad masih enggan menjelaskan lebih lanjut sejauh mana proses persiapan yang sedang dilakukan PTBA. Namun, kemungkinan besar PTBA akan bekerja sama dengan salah satu anak usaha PLN dalam mengerjakan proyek tersebut.

Pada 2017, perseroan berencana menganggarkan investasi senilai US$600 juta untuk pembangunan tiga pembangkit listrik.

Tiga pembangkit listrik itu antara lain PLTU Mulut Tambang Banko Tengah Sumsel 8, PLTU Mulut Tambang Peranap, dan PLTU Mulut Tambang Sumsel 6.

PLTU Sumsel 6 memiliki kapasitas 2x300 MW di Tanjung Enim, Sumatra Selatan yang akan memanfaatkan lebih dari 3 juta ton batu bara per tahun dari tambang perseroan.

Kepala Divisi Batubara PLN Harlen mengatakan bahwa rencana pembangunan PLTU Sumsel 6 masih dalam tahap pengkajian. "Sumsel 6 masih di RUPTL [rencana umum penyediaan tenaga listrik]. Akan segera kami develop [kembangkan]," kata Harlen kepada Bisnis.

Menurutnya, proyek PLTU Sumsel 6 memiliki dua rencana pengembangan, yakni ekspansi dari PLTU yang sudah ada dan pembangunan pembangkit baru. PTBA masih melakukan pengkajian terhadap skema yang akan digunakan dalam rencana pengembangan PLTU Sumsel 6. "Kan ada yang ekspansi, ada yang baru. Skemanya masing-masing dalam diskusi," katanya.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018—2027, PLTU Sumsel 6 menjadi salah satu proyek pembangkit swasta strategis karena akan memenuhi kebutuhan sistem Sumatra dan sekaligus menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik.

PLTU Sumsel 6 ditargetkan beroperasi komersial pada 2024, sedangkan PLTU Sumsel 6B ditargetkan beropersi komersial pada 2026.

Selain PLTU Sumsel 6, proyek PLTU mulut tambang strategis lain di Sumatra antara lain PLTU MT Jambi 1 (600 MW), PLTU MT Jambi 2 (600 MW), PLTU MT Riau 1 (600 MW), dan PLTU MT Sumsel 1 (600 MW).

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat progres program pembangkit listrik 35.000 MW telah mencapai 40% per 1 April 2018.

Progres pembangunanan tidak dilihat dari proyek yang telah beroperasi saja, tetapi kemajuan dari masing-masing tahapan baik operasi, konstruksi, kontrak, pengadaan, dan perencanaan.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, sebanyak 17.024 MW pembangkit listrik dalam program 35.000 MW sedang memasuki tahap konstruksi, sedangkan 1.584 MW telah beroperasi.

Proyek yang sudah terkontrak, tetapi belum konstruksi mencapai 12.690 MW. Apabila dilihat dari total jumlah proyek yang sudah kontrak, yaitu sebesar 31.298 MW. Progres program 35.000 MW mencapai 89%. Selebihnya, yang masih dalam tahap pengadaan dan perencanaan masing-masing sebesar 3.414 MW dan 1.095 MW.

"Sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Menteri ESDM bahwa target rasio elektrifikasi nasional pada 2019 sebesar 99% lebih, dan kami terus kerjakan untuk mencapai itu," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi.

Tag : pltu
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top