Bandara dan Tol Jadikan Kediri dan Madiun Tujuan Investasi

Oleh: Choirul Anam 13 April 2018 | 06:58 WIB
Bandara dan Tol Jadikan Kediri dan Madiun Tujuan Investasi
Pengendara melintas di jalan tol ruas Kertosono-Ngawi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (26/3/2018)./ANTARA-Siswowidodo

Bisnis.com, MALANG — Keberadaan bandara dan jalan tol yang direncanakan dibangun di Kediri menjadikan wilayah eks-Karesidenan Kediri dan Madiun sebagai daerah yang cocok untuk tujuan investasi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Djoko Raharto mengatakan hadirnya dua infrastruktur tersebut tentu berdampak positif bagi perekonomian karena dapat mendukung kelancaran angkutan barang maupun orang. Infrastruktur yang bertambah akan meningkatkan efesiensi logistik dan tentunya meningkatkan daya saing ekonomi serta menjaga stabilitas harga.

“Namun, akselerasinya akan sangat dipengaruhi oleh leadership di daerah,” ujarnya, Kamis (12/4/2018).

Intinya, kepala daerah harus pro terhadap investasi lewat peraturan-peraturan yang ramah terhadap investasi baru. Selain itu, akan lebih baik jika ada insentif bagi investor yang masuk, misalnya dalam bentuk tarif retribusi dan pajak daerah.

Kepala daerah harus pula memiliki kejelian dalam memilih sektor ekonomi yang akan menjadi fokus dan diharapkan dapat menarik investor yang dapat memanfaatkan potensi ekonomi yang ada. Jika potensi ekonomi daerah digarap dengan baik, maka akan ada multiplier effect kepada sektor-sektor lainnya.

Daerah Kediri dan Madiun pun diklaim mempunyai keunggulan bila dibandingkan daerah lain, yakni UMK yang kompetitif, keahlian SDM yang memadai, budaya, dan didukung sektor pertanian yang kuat.

“Saya mendengar sudah ada beberapa industri yang akan relokasi ke daerah-daerah ini karena keunggulan kompetitifnya,” ungkap Djoko.

Bandara Kediri rencananya dibangun pada akhir 2018 atas hibah dari PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), sedangkan jalan tol akan masuk ke Kediri pada tahun depan.

Direktur dan Corporate Secretary GGRM Heru Budiman menyampaikan perseroan akan membangun bandara dengan kapasitas internasional dan domestik di Kediri. Tahap awal akan dikembangkan terminal internasional dan domestik dengan ukuran yang tidak terlalu besar.

“Masing-masing [terminal internasional dan domestik] terdiri dari dua modul,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (22/3).

Target waktu pengembangan tentunya mematuhi semua peraturan dan perundangan. Pekerjaan fisik direncanakan dilakukan pada 2018, sedangkan penyelesaian landasan pacu dan terminal diperkirakan rampung pada 2020.

Sumber pendanaan pembangunan bandara berasal dari arus kas operasional perusahaan.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya