JELANG IMF--WORLD BANK ANNUAL MEETING : Perluasan Apron Ngurah Rai Dimulai Bulan Ini

Oleh: Rio Sandy Pradana 12 April 2018 | 02:00 WIB
Calon penumpang pesawat berada di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (16/3/2018)./ANTARA-Fikri Yusuf

JAKARTA — PT Angkasa Pura I berkomitmen menyelesaikan aspek perizinan reklamasi terkait dengan perluasan landas parkir pesawat atau apron Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar sebelum 26 April 2018.

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi mengatakan masih terdapat beberapa izin yang akan ditindaklanjuti soal reklamasi tersebut, baik di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) maupun Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Sejauh ini, rekomendasi dari Gubernur Bali sudah didapatkan.

“Nanti ada proses izin lingkungan dari KKP dan Amdal [Analisis Dampak Lingkungan]. Itu tadi sudah dibicarakan dengan KKP, paling lambat 26 April 2018 [pengerjaan reklamasi] jalan,” katanya di Kemenko bidang Kemaritiman, Rabu (11/4).

Sejauh ini, dia menambahkan hampir tidak ada kendala soal proyek tersebut. Bahkan, KKP diklaim sudah memberikan dukungan bagi AP I untuk menggunakan metode reklamasi dalam perluasan apron bandara.

Dia menuturkan apron yang diperluas mencapai 109 hektare, terdiri atas bagian barat dan timur. Adapun, lahan yang akan dikembangkan menggunakan reklamasi seluas 47,9 hektare.

Perluasan apron tersebut diklaim mampu memberikan tambahan 11 landas parkir (parking stand) yang cukup untuk menampung 5 unit pesawat berlorong tunggal (narrow body) untuk sisi timur dan 3 unit pesawat berlorong ganda (wide body) di sisi barat.

Saat ini, lanjutnya, perseroan fokus mengerjakan proyek di luar reklamasi terlebih dulu, sembari menunggu proses perizinan rampung. Perkembangan pembangunan dilaporkan sudah mencapai hampir 10%.

Dia menjelaskan AP I menggelontorkan dana Rp2,1 triliun untuk seluruh proyek pengembangan bandara tersebut.

Dia menuturkan peningkatan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai dilakukan melalui perluasan apron, sehingga kapasitas meningkat menjadi 64 parking stand dari kondisi sebelumnya sebanyak 53 parking stand.

Selain itu, juga dilakukan penambahan dua rapid exit taxiway menjadi total empat rapid exit taxiway.

Rapid exit taxiway merupakan jalan penghubung antara landasan pacu dan hangar, terminal, apron dan fasilitas lainnya, yang didesain khusus agar pesawat dapat segera meninggalkan landasan pacu ketika mendarat maupun lepas landas.

Peningkatan juga dilakukan untuk loket lapor diri (check-in) internasional yang akan diperluas dan diperbanyak dari 96 unit seluas 2.470 m2 menjadi 126 unit dengan luas 4.420 m2.

Menurutnya, pengembangan bandara dilakukan sebagai persiapan menjadi tuan rumah IMF--World Bank Annual Meeting pada 8--14 Oktober 2018 di Bali. Dia memprediksi tamu delegasi yang datang mencapai 18.000 orang.

Sementara itu, Kemenhub memastikan izin reklamasi tidak akan menjadi penghambat proyek perluasan apron Bandara Ngurah Rai di Denpasar

Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Bintang Hidayat mengatakan kinerja AP I dalam memperluas apron sudah sesuai jadwal waktu yaitu bisa rampung sebelum pelaksanaan IMF--World Bank Annual Meeting pada 8--14 Oktober 2018.

“Hingga saat ini tidak ada kendala [soal reklamasi]. Kinerja juga sesuai waktu,” kata Bintang. (Rio Sandy Pradana)

Editor: Hendra Wibawa

Berita Terkini Lainnya