IPC Canangkan Pembangunan Terminal Kijing

Oleh: Fitri Sartina Dewi 11 April 2018 | 12:27 WIB
IPC Canangkan Pembangunan Terminal Kijing
Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya (tengah) bersama jajaran direksi IPC menghadiri acara pencanangan pembangunan Terminal Kijing, di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat./

Bisnis.com, MEMPAWAH—PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) mencanangkan pembangunan Terminal Kijing, Pelabuhan Pontianak yang berlokasi di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Direktur Utama PT Pelindo II atau IPC Elvyn G. Masassya mengatakan pembangunan terminal ini merupakan pengembangan dari Pelabuhan Pontianak sebagai solusi atas keterbatasan lahan serta tingginya tingkat sedimentasi sungai yang menyebabkan kapal besar sulit bersandar.

Dengan adanya Terminal Kijing yang mempunyai draft -15 mLws kapal-kapal besar dapat bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam Kalimantan khususnya Kalimantan Barat.

Menurutnya, terminal ini nantinya akan dikembangkan dengan konsep digital port yang dilengkapi peralatan bongkar muat modern.

“Sebagai salah satu proyek strategis nasional, Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan,” ujar Elvyn di sela-sela Pencanangan Terminal Kijing, di Mempawah, Rabu (11/4/2018).

Keberadaan terminal ini, imbuhnya, akan memperkuat konektivitas antarpulau, sekaligus mendekatkan cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Pembangunan tahap I Terminal Kijing ditargetkan selesai dan bisa mulai beroperasi pada 2019.

Terkait rencana pengoperasian Terminal Kijing, Elvyn optimistis akan mendorong pertumbuhan arus barang serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta pengembangan industri perkebunan dan pertambangan di Kalimantan.

Terminal Kijing akan dikembangkan sebagai pelabuhan laut dalam yang mampu mengakomodir potensi hinterland dan kapal berukuran besar. Pada pembangunan tahap pertama, IPC akan membangun empat terminal, yakni terminal multipurpose, terminal curah cair, terminal peti kemas, dan terminal curah kering.

Kapasitas terminal peti kemas diproyeksikan mencapai 1 juta TEUs, sedangkan untuk curah cair dan curah kering masing-masing 8,3 juta ton dan 15 juta ton, serta untuk kapasitas terminal multipurpose, pada tahap pertama diproyeksikan mencapai 500 ribu ton per tahun.

Dia menuturkan, saat ini proses pembebasan lahan akan memasuki penyelesaian tahap dua, di dalamnya juga terdapat beberapa aset pemerintah yang siap direlokasi.

Pada tahap konstruksi atau tahap awal, pembangunan proyek ini akan menyerap banyak tenaga kerja. Selanjutnya, jika sudah beroperasi, Terminal Kijing akan dapat menyerap lebih banyak lagi pekerja.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya