Malang City Expo 2018 Ditargetkan Raih Omzet Rp4 Miliar

Oleh: Choirul Anam 11 April 2018 | 16:37 WIB
Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi (dua dari kanan) melihat produk kreatif pada pembukaan Malang City Expo 2018 di Kota Malang, Rabu (11/4/2018)./Istimewa

Bisnis.com, MALANG—Event Malang City Expo 2018 yang berlangsung 11-14 April 2018 ditargetkan dapat meraih omzet sebesar Rp4 miliar.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang, Tri Widyani Malang City Expo yang telah dilaksanakan ketiga kalinya ini diikuti oleh 140 peserta dari 14 kabupaten/kota, swasta, serta koperasi di Kota Malang, Kota Batu, dan Kab. Malang serta 11 kementerian.

"Melalui event kali ini diharapkan dapat menarik 25.000 pengunjung dengan omzet sekitar Rp4 miliar,” katanya di sela-sela Malang City Expo 2018 di Kota Malang, Rabu (11/4/2018).

Pameran produk UKM tersebut akan berlangsung selama 4 hari menampilkan produk unggulan.

Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi mengatakan Kota Malang merupakan kota yang berkembang melalui industri - industri kreatif. "Sudah sepantasnya Malang mengembangkan ekonomi berbasis kreatif karena industri kreatif adalah pondasi ekonomi Indonesia dan ekonomi kerakyatan," ucapnya.

Pengalaman menunjukkan, kata dia, saat krisis ekonomi di tahun 1998, hanya industri kreatif yang tidak terpengaruh. Karena itulah, Pemerintah Kota Malang berkomitmen untk mengembangkan ekonomi kreatif.

"Patut kita banggakan bahwa produk unggulan yang kita miliki sudah sampai di kancah internasional; namun kami berharap agar para pelaku usaha turut mendukung Pemkot Malang untuk menyelesaikan permasalahan di dunia usaha kreatif agar hasil dari industri kreatif lebih berkualitas dan memiliki daya saing," katanya.

Menurut dia, upaya pengembangan UKM di sektor ekonomi kreatif agar masyarakat, terutama pelaku usaha tersebut, dapat lebih sejahtera karena tingkat ekonomi yang meningkat.

Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta mengapresiasi pada Kota Malang atas pembinaan yang baik pada UKM dsi kota tersebut. UKM telah berperan dalam menopang perekonomian nasional serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

"Di Indonesia terdapat banyak UKM. Jumlahnya mencapai 60 juta UKM yang telah menyerap tenaga kerja sebesar 97% dari 117 juta tenaga kerja," ujarnya. Karena itulah, menurut dia, jika tidak ada UKM maka Indonesia akan sangat sulit tumbuh dan berkembang seperti saat ini.

Untuk membantu pengembangan UKM, Pemerintah akan terus meningkatkan pelayanannya salah satunya adalah membantu di bidang pendanaan atau pembiayaan dengan mengeluarkan program kredit ultra mikro yang penyalurannya melalui koperasi-koperasi.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya