Hubungan Industrial di Jateng Dinilai Sudah Baik

Oleh: Yustinus Andri DP 10 April 2018 | 19:45 WIB

Bisnis.com, SEMARANG—Sejumlah pihak menilai iklim industrial antara pemerintah, pengusaha dan karyawan di Jawa Tengah dinilai masih relatif lebih baik dibandingkan daerah lain.S

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani mengatakan, kondisi itu dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi Jawa Tengan (Jateng) di mata para investor. Hal itu ditambah pula oleh tingkat upah pekerja di daerah tersebut yang elatif bersaing.

“Hubungan industrialnya saya rasa sudah sangat baik. Terutama proses komunikasi antara pengusaha dan pekerja bagus. Tidak seperti di beberapa daerah lain yang tipe pekerjanya ketika ada tuntutan lakukan aksi dulu baru negosiasi,” katanya, Selasa (10/4).

Untuk itu dia berharap agar dua orang calon Gubernur Jateng yakni Sudirman Said dan Ganjar Pranowo, tidak gegabah untuk melakukan kontrak politik dengan kelompok pekerja atau buruh yang berpotensi menimbulkan polemik baru antara pekera dengan pemilik usaha.

Sementara itu, hal serupa pun diungkapkan oleh Ketua Apindo Jateng Frans Kongi. Dia menilai iklim berusaha di provinsi dengan jumlah penduduk hingga 34 juta orang tersebut relatif kondusif dan mendukung aktivitas berusaha.

Dia menilai, pemerintah daerah di sejumlah kabupaten dan kota telah menunjukkan dukungan yang positif terhadap aktivitas bisnis. Kendati demikian, menurutnya, masih terdapat sejumlah perbaikan yang perlu dilakukan oleh para birokrat daerah.

“Untuk itu kami harap siapapun pejabat yang memimpin Jateng ini, bisa menjaga kondusifitas yang terjaga saatt ini. Agar semakin banyak investor tertarik ke sini semakin banyak pekerja yang terserap,” ujarnya.

Sementara itu, calon Gubernur Jateng yang juga merupakan petahana, Ganjar Pranowo menyatakan bahwa pihaknya hingga saat ini tidak melakukan kontrak politik apapun dengan para pekerja. Pasalnya, hingga saat ini dia menilai belum ada tuntutan yang berarti dari kelompok masyarakat tersebut.

“Kalau pun ada [kontrak politik], saya selalu tekankan masuk akal tidak idenya. Kalau tidak dan memberatkan kalangan lain, saya pikir itu sebuah tindakan bunuh diri,” katanya.

Di sisi lain, Sudirman juga melihat bahwa hubungan industrial yang terjadi di Jateng terus menunjukkan kondisi yang kondusif. Menurutnya, apabila terjadi persoalan baik antara pengusaha, pekerja, konsumen dan pemerintah, pihaknya akan mengedepankan proses dialog untuk menyelesaikannya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya