Pelaku Usaha Pengeringan Padi Ajukan KUR Rp7 Triliun

Oleh: Ipak Ayu H Nurcaya 08 April 2018 | 17:35 WIB
Pelaku Usaha Pengeringan Padi Ajukan KUR Rp7 Triliun
Pekerja menjemur gabah di tempat pengeringan gabah di Desa Pilangrejo, Wonosalam, Demak, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2018)./Antara-Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha mengajukan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus mesin pengeringan padi pascapanen sebesar Rp7 triliun pada tahun ini.

Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan, dengan dana itu, pemerintah dapat membantu sekitar 13.000 perusahaan penggilingan untuk melakukan revitalisasi.

Adapun jumlah perusahaan penggilingan yang ada di Indonesia saat ini 172.000 dengan mayoritas tersebar di Pulau Jawa.

Menurut Sutarto, perusahaan penggilingan yang ada tersebut juga tergolong usaha kecil karena 95% hanya memiliki kapasitas produksi di bawah 1,5 ton per jam.

"Kalau sehari rerata hanya menghasilkan 10 ton. Revitalisasi ini penting untuk keberlangsungan hasil panen yang berkualitas. Kami sudah sampaikan persoalan ini berkali-kali tetapi dalam minggu depan baru akan dicari skema KUR yang tepat," katanya, akhir pekan lalu.

Dia mengemukakan, sejak beberapa tahun yang lalu, pihaknya sudah menyampaikan bahwa penyelesaian persoalan beras harus diselesaikan dari hulu-hilir dengan baik.

Skema KUR pengeringan ini merupakan penyelesaian pada jalur hilir atau pascapanen. Sebab, pascapanen menentukan hasil kualitas padi ketika menjadi beras nantinya.

Sutarto melanjutkan, kecilnya kapasitas yang ada saat ini membuat revitalisasi sulit dilakukan. Pasalnya, penyediaan alat pengering juga membutuhkan modal sehingga persoalan ini selayaknya dibahas pada tataran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang memang memiliki fokus pada persoalan pangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, saat ini pembahasan mengenai skema KUR khusus penggilingan masuk bahasan teknis. Dia meminta pihak perbankan dan asosiasi menyerahkan hasil perhitungan pada Rabu (11/4).

"Mereka menginginkan bagaimana kalau perusahaan penggilingan dilengkapi dengan dryer, yang murah saja. Saya bilang bikin saja biar kita pelajari," ujar Darmin.

Menurutnya, untuk kebutuhan ini tidak bisa diprediksi secara global, harus secara teknis karena perbankan juga akan memenuhinya ketika visible untuk dilaksanakan.

Namun, Darmin memastikan kepastian akan diberikan KUR atau tidak berada di tangan pemerintah. Menurutnya, sebenarnya hal ini akan menguntungkan seluruh pihak karena jika sudah ada pengering apalagi ketika musim hujan, petani akan lebih tertolong karena tidak akan panik dibandingkan dengan ketika menjual kondisi padi yang masih basah. (Ipak Ayu H.N)

Editor: Achmad Aris

Berita Terkini Lainnya