AKSI KORPORASI : Gresik Jasatama Bakal Dicaplok Pelindo III

Oleh: Tegar Arief 04 April 2018 | 02:00 WIB
AKSI KORPORASI : Gresik Jasatama Bakal Dicaplok Pelindo III
Terminal Manyar di Pelabuhan Gresik/istimewa

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia III akan menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan pengelola pelabuhan asal Jawa Timur, PT Gresik Jasatama melalui penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Direktur Utama PT Gresik Jasatama Rudy Djaja Siaputra menjelaskan hal itu merupakan tindak lanjut dari rencana akuisisi yang dilakukan perusahaan pelat merah itu. Dalam pembahasan awal, kata dia, Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menginginkan porsi saham sebesar 51%.

“Mereka maunya 51%, tapi sejauh ini Pelindo III belum menjadi stand by buyer. Tapi yang pasti dia harus masuk [menjadi pemegang saham],” katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/3).

Dengan kata lain, PT Gresik Jasatama akan menjadi anak BUMN. Rudy tidak menampik hal tersebut dan berharap mendapat restu dari pemerintah untuk menjadi perusahaan pelat merah. “Kalau direstui.”

Rencananya, proses IPO akan menggunakan laporan keuangan perusahaan per akhir Desember 2017. Namun, Rudy belum bisa memastikan apakah pelaksanaan IPO akan dilakukan pada paruh pertama tahun ini, termasuk persentase saham yang akan dilepas ke publik.

Sejauh ini, perseroan juga masih melakukan penghitungan besaran dana yang diincar dalam penawaran perdana itu. Yang pasti, kata Rudy, sebagian dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran utang.

“Sekitar 50% untuk bayar utang, yang nilainya ratusan miliar. Sisanya untuk pengembangan seperti pembelian peralatan dan peningkatan fasilitas, serta modal kerja,” imbuhnya.

Dia menjelaskan IPO merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan oleh perusahaan beraset di bawah Rp500 miliar ini untuk mendapatkan dana segar. Selain pembayaran utang, perseroan juga akan menambah jumlah crane di pelabuhan.

“Investasi yang harus dikeluarkan untuk satu unit crane di atas US$1 juta,” ujarnya.

Gresik Jasatama berdiri di atas lahan seluas 8,3 ha dengan 6 dermaga yang sepenuhnya beroperasi, memiliki 8 crane statik yang telah beroperasi.

Perusahaan ini dirikan pada 1994 dan memulai beroperasi pada 2005 sebagai pelabuhan curah kering pertama di Gresik.

Perseroan melayani berbagai macam kargo tambahan seperti kayu log, bahan-bahan industri, kargo bag, dan CPO (minyak kelapa sawit), yang akhirnya menjadi Terminal Curahkering, Log, dan Multipurpose.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan, dalam operasinya Gresik Jasatama mirip dengan operasi bisnis Pelindo III. Namun kedua perusahaan mampu bekerja sama dengan baik. “Mereka mengambil porsi usaha yang tidak diambil oleh Pelindo,” kata dia.

Menurutnya, rencana perseroan untuk melantai di bursa merupakan indikasi bahwa tahun ini minat perusahaan untuk go public bakal lebih besar. "Sudah ada banyak yang menyampaikan ke kami soal IPO," ujarnya. (Tegar Arief)

Editor: Hendra Wibawa

Berita Terkini Lainnya