JELANG IMF--WORLD BANK ANNUAL MEETING : Kemenhub Siapkan 5 Bandara Alternatif

Oleh: Rio Sandy Pradana 04 April 2018 | 02:00 WIB
Calon penumpang pesawat berada di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (16/3/2018)./ANTARA-Fikri Yusuf

JAKARTA — Kementerian Perhubungan menyiapkan lima bandara alternatif untuk mendukung Bandara Gusti Ngurah Rai Denpasar selama melayani penerbangan tamu delegasi IMF--World Bank Annual Meeting pada 8--14 Oktober 2018.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan bahwa kapasitas yang dimiliki oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar masih kurang guna menampung kedatangan dan keberangkatan 18.000 tamu delegasi IMF—World Bank Annual Meeting.

“[Bandara] Ngurah Rai masih kurang, makanya kami siapkan bandara lain,” katanya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Selasa (3/4).

Agus menjelaskan sejumlah bandara yang dipersiapkan untuk mengakomodasi penerbangan tamu delegasi adalah Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Adi Soemarmo Solo. Selain itu, Lombok International Airport di Praya, serta yang paling jauh Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar.

Menurutnya, pelaksanaan IMF--World Bank Annual Meeting memang membutuhkan lebih dari satu bandara untuk mengakomodasi penerbangan seluruh tamu delegasi.

Dia memprediksi akan ada 180 pergerakan pesawat tambahan, baik kedatangan maupun keberangkatan, selama kegiatan internasional yang dipusatnya di Bali itu. Prediksi itu mengacu perhitungan 90 pergerakan pesawat untuk mengangkut seluruh delegasi.

Seluruh delegasi yang hadir bisa mencapai 18.000 orang. Adapun, sekali penerbangan bisa menampung hingga 200 penumpang. “Jumlah delegasi itu dibagi saja dengan kapasitas sekali penerbangan,” tegasnya.

Dia menambahkan seluruh pergerakan pesawat tersebut sebagian besar akan terkonsentrasi pada waktu tertentu. Menurutnya, posisi puncak arus pergerakan pesawat akan terjadi sehari sebelum dan saat berakhirnya pelaksanaan IMF—World Bank Annual Meeting.

Selain itu, lanjutnya, aktivitas pergerakan pesawat juga akan terjadi beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Biasanya, penerbangan tersebut mengangkut petugas pendamping atau staf yang mempersiapkan kedatangan delegasi penting.

“Flow penerbangan itu yang akan kami atur. Kami akan berikan beberapa alternatif agar bisa tetap memberikan kenyamanan kepada tamu delegasi,” ujarnya.

Dalam waktu yang sama, Direktur Operasi Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia Wisnu Darjono mengatakan sudah mematangkan persiapan prosedur kedatangan dan keberangkatan tamu delegasi IMF--World Bank Annual Meeting.

Menurutnya, persiapan dilakukan sesuai standar pelayanan yang berlaku secara internasional bekerja sama dengan PT Angkasa Pura (AP) I dan panitia IMF--World Bank Annual Meeting.

“Hal yang kami persiapkan tentu, terkait dengan separasi kedatangan antarpesawat delegasi negara, prosedur pesawat tamu VVIP, juga ikut serta membahas rencana posisi parkir pesawat tamu yang mungkin menginap di Indonesia,” kata Wisnu.

Kesiapan lain, imbuhnya, mencakup fasilitas komunikasi, navigasi dan surveillance, serta SDM terkait dengan pelayanan navigasi penerbangan dan prosedur penerbangan.

Wisnu menjelaskan kapasitas pergerakan pesawat (traffic movement) di Bandara I Gusti Ngurah Rai kini sebanyak 30 pergerakan lepas landas (take off) dan mendarat (landing) per jam. Artinya, ada sekitar 15 take off dan 15 landing per jam.

Saat pelaksanaan, dia memprediksi lalu lintas pesawat juga akan bertambah menjadi 34 pergerakan pesawat per jam yakni ada tambahan 2 take off atau 2 landing. Tambahan pergerakan pesawat itu bisa direalisasikan setelah pengembangan Ngurah Rai sudah selesai.

Dengan pengembangan tersebut akan menambah kapasitas menjadi 48 pergerakan pesawat per hari.

Dia telah memperhitungkan terkait dengan puncak pergerakan pesawat tamu delegasi yang diperkirakan akan terjadi sehari sebelum dan saat akhir pelaksanaan.

“Tamu delegasi akan di-drop di Denpasar dulu, kemudian pesawat akan menginap di bandara terdekat lain yang telah dipersiapkan,” ujarnya.

SELESAI SEPTEMBER

Sementara itu, Corporate Secretary AP I Israwadi mengatakan optimistis proyek pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali bisa rampung pada September 2018.

Sejauh ini, perkembangan perluasan landas parkir pesawat (apron) bagian Barat dan Timur baru mencapai 7%. Hal itu karena proses pekerjaan persiapan yang sempat mundur dan menunggu izin rekomendasi dari Gubernur Bali.

“Kami tetap optimis karena target juga masih lama. Sebelum Agustus atau September bisa selesai,” kata Israwadi.

Dia menambahkan perseroan mengeluarkan dana investasi hingga Rp2,1 triliun untuk seluruh proyek pengembangan bandara tersebut.

Israwadi menuturkan peningkatan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai dilakukan melalui perluasan apron, sehingga kapasitas meningkat menjadi 64 parking stand dari kondisi sebelumnya sebanyak 53 parking stand.

Selain itu, AP I akan menambah dua rapid exit taxiway menjadi total empat rapid exit taxiway. Peningkatan juga dilakukan untuk loket lapor diri (check-in) internasional yang akan diperluas dan diperbanyak dari 96 unit seluas 2.470 meter persegi menjadi 126 unit dengan luas 4.420 meter persegi.

BUMN itu juga mempersiapkan program perluasan bandara alternatif sebagai langkah antisipasi jika pergerakan pesawat melebihi kapasitas apron Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Adapun bandara yang dilakukan perluasan yaitu Bandara Juanda Surabaya dengan penambahan jumlah parking stand setara tujuh unit pesawat narrow body atau tiga unit pesawat wide body.

Selain itu, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan penambahan jumlah parking stand setara enam unit pesawat narrow body atau tiga unit pesawat wide body. Untuk Bandara Lombok Praya dengan penambahan jumlah parking stand setara delapan unit pesawat narrow body atau empat unit pesawat wide body.

Khusus Bandara Adi Soemarmo Solo dilakukan penambahan jumlah parking stand setara enam unit pesawat narrow body atau tiga unit pesawat wide body. Terakhir, Bandara El Tari Kupang dengan penambahan setara 5 unit pesawat kecil.

Editor: Hendra Wibawa

Berita Terkini Lainnya