Pemeliharaan Jalan Mulai Gunakan Teknologi Aspal Plastik dan Karet

Oleh: Irene Agustine 22 Maret 2018 | 13:44 WIB
Pemeliharaan Jalan Mulai Gunakan Teknologi Aspal Plastik dan Karet
Aspal plastik/Bisnis.com-Feri

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mulai mengaplikasikan teknologi aspal plastik dan aspal karet dalam paket pekerjaan pemeliharaan jalan nasional di beberapa provinsi pada tahun ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa penerapan teknologi aspal plastik merupakan upaya pemerintah dalam pengurangan limbah kantong plastik.

“Upaya ini bertujuan mengurangi sampah kantong plastik dengan mengolahnya menjadi bahan campuran aspal," kata Basuki melalui siaran pers, Kamis (22/3/2018).

Kementerian menargetkan penerapan teknologi aspal plastik dapat dilakukan sepanjang 25 kilometer yang terbagi menjadi beberapa ruas.

Ruas-ruas tersebut di antaranya Sipinsur—Bakara sepanjang di Provinsi Sumatra Utara sepanjang 3 kilometer, pelebaran jalan Lawean—Sukapura di Jawa Timur sepanjang 1,30 kilometer.

Tiga ruas lain di Sulawesi Selatan yakni pekerjaan rekonstruksi jalan akses Bandara Pongtiku—Toraja 3,5 kilometer, rekonstruksi jalan Janeponto—Bantaeng—Bulukumba—Bira dan Bulukumba-Sinjai 2,20 kilometer dan pembangunan akses Labuan Bajo di NTT sepanjang 9 kilometer.

Untuk meningkatkan ketersediaan bahan plastik cacah, Kementerian PUPR telah memesan sebanyak 1.000 mesin pencacah sampah plastik yang merupakan hasil inovasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada yang akan diproduksi massal oleh satu BUMN, yakni PT Barata Indonesia.

Alat-alat tersebut nantinya akan distribusikan ke balai besar/balai pelaksanaan jalan nasional di seluruh Indonesia dan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pemeliharaan jalan nasional.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan bahwa teknologi aspal plastik memiliki beberapa kelebihan yaitu memiliki tingkat perkerasan yang lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda kendaraan saat aspal basah dilalui kendaraan, dan daya tahan yang semakin tinggi bila dibandingkan dengan aspal biasa.

Penggunaan limbah plastik juga sudah dinyatakan aman dan bebas dari ancaman racun pada plastik. Hal itu sudah dilakukan lewat berbagai uji klinis di Balitbang PUPR tentang limbah plastik tersebut.

Selain limbah plastik, Kementerian PUPR pada tahun ini juga akan menerapkan campuran aspal dengan komoditas karet sebagai upaya pemanfaatan karet alam dalam negeri.

Penerapan teknologi aspal karet akan diimplementasikan pada paket pekerjaan preservasi rehabilitasi Jalan Muara Beliti—batas Kabupaten Musi Rawas—Tebing Tinggi-batas Kota Lahat dengan total panjang 8,33 kilometer yang ada di Sumatra Selatan.

Sebelumnya, uji coba penggunaan aspal karet telah dilakukan pada pelapisan ulang jalan di Lido, Sukabumi, Jawa Barat dengan kandungan karet alam sebesar 7%. Dalam satu ton campuran beraspal panas dapat dimanfaatkan kurang lebih sebanyak 4,20 kilogram karet alam.

Kelebihan campuran aspal karet alam yakni meningkatkan kualitas perkerasan aspal dalam hal usia layanan dan ketahanan terhadap alur.

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya