BANK DAERAH : BPD DIY Targetkan Kredit Tumbuh 11%

Oleh: Gloria Natalia Dolorosa 27 Februari 2018 | 02:00 WIB

YOGYAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta atau BPD DIY menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan pada 2018 sebesar 11,2% dari tahun lalu, lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan kredit pada 2017.

Bank umum kelompok usaha (BUKU) II ini membidik penyaluran kredit dan pembiayaan tahun ini sebesar Rp7,31 triliun, naik 11,2% dibandingkan dengan realisasi kredit pada 2017 sebesar Rp6,58 triliun (year on year/yoy). Pada 2017 pertumbuhan kredit sebesar 9,80% yoy.

Target penyaluran kredit dan pembiayaan pada tahun ini yang sebesar Rp7,31 triliun akan ditopang oleh kredit produktif sebesar Rp4,02 triliun atau 55%. Sisanya, sebesar 45% atau Rp3,29 triliun berasal dari kredit konsumtif.

Tahun ini BPD DIY berencana menggenjot kontribusi lebih besar dari kredit produktif. Hal ini terlihat dari data kredit sejak 2013 hingga 2017, kredit konsumtif lebih mendominasi penyaluran kredit.

Direktur Utama BPD DIY Bambang Setiawan mengatakan Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit infrastruktur, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih menjadi penopang pertumbuhan kredit dan pembiayaan.

“Ada beberapa kredit sindikasi pembiayaan di bidang infrastruktur, utamanya jalan tol, yang sedang kami cermati, tapi belum final,” kata Bambang kepada Bisnis, Senin (26/2).

Dari sisi UMKM, nasabah mayoritas berasal dari perdagangan dan industri rumah tangga, diikuti industri pengolahan, perikanan, pertanian, dan industri pendukung pariwisata.

Dalam rencana bisnis bank 2018, BPD DIY menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp300 miliar atau naik 29,03% (yoy). Adapun, target kredit sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp32 miliar atau meningkat 8,44% (yoy) dan kredit sektor pertanian sebesar Rp97 miliar atau bertumbuh tipis 0,25% (yoy).

Sementara itu, BPD DIY menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga pada 2018 sebesar Rp8,76 triliun atau meningkat 8,28% dari tahun lalu.

Pada 2017, BPD DIY menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp8,09 triliun atau naik 9,55% dari tahun sebelumnya (yoy) senilai Rp7,38 triliun.

Bambang Setiawan mengatakan DPK pada tahun ini diprediksikan akan ditopang simpanan tabungan, serupa tahun-tahun sebelumnya.

Penghimpunan tabungan masyarakat ditargetkan mencapai Rp5,52 triliun atau 63% dari total DPK, menurun dari porsi tahun lalu 65%. Penghimpunan dana dari deposito pada 2018 ditargetkan sebesar Rp1,65 triliun dan giro Rp1,59 triliun.

Struktur pendanaan juga terus diperbaiki, tercermin dari target rasio CASA pada 2018 sebesar 81%, sedangkan pada 2017 sebesar 80%.

"Tabungan masih akan berporsi paling besar karena kami akan terus memperluas jaringan layanan. Tahun ini kami akan buka empat kantor kas dan 16 terminal ATM," tutur Bambang.

Hingga akhir 2017 bank BUKU II itu sudah memiliki 81 kantor kas, 118 ATM, dan 25 payment point. Juga di tahun ini, BPD DIY menargetkan peningkatan aset sebesar 7,7% dari tahun lalu menjadi Rp11,52 triliun. (k25)

Editor: Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkini Lainnya