Selasa, 22 Juli 2014 RSS Feed ePaper Indonesia Business Daily

QUICK COUNT PILEG: Tak Ada Yang 25%, PBB Dan PKPI Terancam Bubar

Newswire   -   10 April 2014, 05:43 WIB

TERKAIT

Ilustrasi-Antara
lustrasi/Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) berbagai lembaga independen, tidak ada satu pun partai politik peserta Pemilu Legislatif 9 April 2014 yang mencapai 25% suara nasional.

Artinya tidak ada satu partai yang bisa sendiri mencalonkan kader terbaiknya sebagai presiden karena tidak ada yang memenuhi ambang batas minimum (presidential threshold) sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Artinya lagi, satu partai politik harus bergabung dengan partai politik lain untuk memenuhi ambang batas 25% suara nasional itu.

UU itu memang menyebutkan partai politik atau gabungan partai politik yang meraih minimal 20% dari 560 kursi DPR RI atau partai politik yang meraih 25% suara sah secara nasional, yang berhak mencalonkan pasangan presiden dan wakil presiden.

Secara kebetulan, seluruh hasil hitung cepat menempatkan partai bernomor urut 4, 5, dan 6, yakni PDIP, Partai Golkar, dan Partai Gerindra berada pada peringkat 1, 2, dan 3 dalam perolehan suara Pemilu 2014.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menyampaikan apresiasinya dan memberi ucapan selamat kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri atas hasil hitung cepat.

Dia memastikan hasil penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) kelak, tidak akan berbeda jauh dengan hasil penghitungan cepat.

Sesuai jadwal Pemilu 2014, KPU baru pada 7-9 Mei mendatang menetapkan hasil Pemilu secara nasional dan menetapkan partai mana yang memenuhi ambang batas minimal perolehan kursi di parlemen sebesar tiga persen.

"Saya kira itu sesuai dengan pencerminan rakyat Indonesia. Meskipun Golkar tidak mencapai target yakni 23 persen tetapi saya kira Golkar akan tetap menerima hasil resmi dari keputusan KPU nanti," ujar Bakrie.

Meskipun membuktikan berhasil memenangkan Pemilu Legislatif, PDIP tidak mencapai target yang dipatok sebesar 27% suara. Begitu juga Partai Golkar dan Gerindra.

Partai Demokrat sebagai "the ruling party" dan memimpin pemerintahan koalisi dari hasil Pemilu 2009 harus menerima kenyataan pahit dengan hanya meraih di bawah 10%, sangat jauh dari kalkulasi sebelumnya yang bisa mereka capai lebih dari 20%.

Sementara PBB dan PKPI terancam harus bubar karena dengan perolehan angka di bawah tiga persen berarti tidak mendapat satu kursi di parlemen dan tidak bisa ikut Pemilu 2019.


Source : Antara

Editor : Wahyu Darmawan

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.