Sabtu, 02 Agustus 2014 RSS Feed ePaper Indonesia Business Daily

Kecelakaan Kereta Malabar, Masih Ada Korban Terhimpit

Newswire   -   05 April 2014, 05:51 WIB

TERKAIT

Kereta Api Malabar jurusan Bandung-solo anjlok masuk jurang akibat bataran rel mengalami longsor di lintasan kereta KM 244+0/1, Kadipaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/4) malam./Antara-Adeng Bustomi
Antara/Adeng Bustomi
Kereta Api Malabar jurusan Bandung-solo anjlok masuk jurang akibat bataran rel mengalami longsor di lintasan kereta KM 244+0/1, Kadipaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/4) malam.

Bisnis.com, TASIKMALAYA - Tim evakuasi gabungan masih mencari penumpang korban kecelakaan kereta api Malabar jurusan Bandung-Solo yang terguling di jalur rel kawasan Kadipaten-Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/4/2014) malam.

"Betul, masih dicari korban-korban lainnya," kata Kepala Polresta Tasikmalaya AKBP Noffan Widyayoko kepada wartawan di lokasi kecelakaan, Jumat malam.

Tim evakuasi beranggotakan antara lain TNI, Polri, PT KAI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Ia menuturkan beberapa penumpang terjebak dalam gerbong atau terhimpit benda keras material gerbong kereta.

Untuk mengatasi himpitan gerbong itu, kata dia, diperlukan peralatan khusus seperti las dan lainnya untuk memudahkan proses evakuasi. "Kita lihat di sini himpitan material bangku menyebabkan korban tidak bisa keluar," katanya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tasikmalaya mencatat 35 orang mengalami luka dan sudah berhasil dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Selain korban luka dikabarkan ada 4 orang tewas. Sebagian besar korban mengalami luka benturan.

Sebelumnya kereta api Malabar melaju dari arah Bandung menuju Tasikmalaya anjlok dan terguling, karena jalur rel terputus akibat tergerus longsor, Jumat sekitar pukul 19.00 WIB.

Lokomotif kereta api dan beberapa rangkaian gerbong dibelakangnya terguling keluar dari jalur rel.


Source : Antara

Editor : Wahyu Darmawan

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.