Bisnis Indonesia - bisnis.com
Jum'at, 29 Mei 2015

Kecelakaan Kereta Malabar, Masih Ada Korban Terhimpit

Newswire Sabtu, 05/04/2014 05:51 WIB
Kecelakaan Kereta Malabar, Masih Ada Korban Terhimpit
Kereta Api Malabar jurusan Bandung-solo anjlok masuk jurang akibat bataran rel mengalami longsor di lintasan kereta KM 2440/1, Kadipaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/4) malam.
Antara/Adeng Bustomi

Bisnis.com, TASIKMALAYA - Tim evakuasi gabungan masih mencari penumpang korban kecelakaan kereta api Malabar jurusan Bandung-Solo yang terguling di jalur rel kawasan Kadipaten-Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/4/2014) malam.

"Betul, masih dicari korban-korban lainnya," kata Kepala Polresta Tasikmalaya AKBP Noffan Widyayoko kepada wartawan di lokasi kecelakaan, Jumat malam.

Tim evakuasi beranggotakan antara lain TNI, Polri, PT KAI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Ia menuturkan beberapa penumpang terjebak dalam gerbong atau terhimpit benda keras material gerbong kereta.

Untuk mengatasi himpitan gerbong itu, kata dia, diperlukan peralatan khusus seperti las dan lainnya untuk memudahkan proses evakuasi. "Kita lihat di sini himpitan material bangku menyebabkan korban tidak bisa keluar," katanya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tasikmalaya mencatat 35 orang mengalami luka dan sudah berhasil dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Selain korban luka dikabarkan ada 4 orang tewas. Sebagian besar korban mengalami luka benturan.

Sebelumnya kereta api Malabar melaju dari arah Bandung menuju Tasikmalaya anjlok dan terguling, karena jalur rel terputus akibat tergerus longsor, Jumat sekitar pukul 19.00 WIB.

Lokomotif kereta api dan beberapa rangkaian gerbong dibelakangnya terguling keluar dari jalur rel.

Apps Bisnis.com available on:    
Ayo cek artikel "Writing Contest: Hemat Energi Secara Total" berhadiah hampir Rp100 juta yang lolos seleksi tahap awal di sini! Share artikel favorit Anda dan vote sebanyak-banyaknya!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...